Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BOR Rumah Sakit di Jepara Menurun, Tempat Karantina di Asrama Undip Sudah Kosong

Halaman ruang IGD RSUD RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Selama sepekan ini, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 rumah sakit di Jepara menurun cukup tinggi. Dari semula 51,87 persen menjadi 36,51 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali mengatakan, penurunan BOR ini sejalan dengan turunnya angka Covid-19 di Bumi Kartini. Di RSUD RA Kartini, dari 81 tempat tidur, kini tinggal terisi 42 pasien atau 51,85 persen.

Sementara itu, di RS PKU Muhammadiyah Mayong, dari 41 tCovid-19 terisi tujuh pasien atau 17,07 persen. Di RSI Sultan Hadlirin, dari 21 tempat tidur Covid-19 hanya terisi 10 pasien atau 47,62 persen.

Di RS Graha Husada, dari 16 tempat tidur Covid-19 terisi sembilan pasien atau 56,25 persen. Sedangkan di RSUD Kelet terdapat 17 pasien, dari total 69 tempat tidur Covid-19 atau hanya terisi 24,64 persen.

“Di RS PKU Aisyiyah Jepara, tinggal tiga pasien yang dirawat, sedangkan total tempat tidur Covid-19 ada 13, atau cuma terpakai 23,08 persen,” kata Muh Ali, Senin (19/7/2021).

Tidak hanya di rumah sakit, Muh Ali mengatakan, penurunan keterisian juga terjadi di tempat karantina terpusat. Sebelumnya, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun bergejala ringan atau tanpa gejala, memang diisolasi di karantina terpusat.

Muh Ali menyebut, di Asrama Mahasiswa Undip Teluk Awur, dari 108 tempat tidur yang tersedia, kini semuanya sudah tidak terisi.

Sedangkan, di Balai Latihan Kerja Pecangaan, masih ada empat warga yang diisolasi. Padahal, tempat tidur yang tersedia sebanyak 48 unit.

“Kalau di Asrama Mahasiswa Undip Teluk Awur sudah kosong. Kalau di Hotel Julia, yang sebelumnya tersedia 20 tempat tidur, kini hanya terisi satu orang saja,” ungkap Muh Ali.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...