Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Belajar dari Permasalahan Sosial di Masa Pandemi

Erna Dwi Rakhmawati, S.Pd *)

SELAMA masa pandemi Covid-19 masyarakat sering tidak menyadari bahwa gejala atau fenomena sosial yang sedang dihadapi merupakan bagian dari permasalahan sosial. Kondisi ini dapat terjadi karena masyarakat tidak peka dan menganggap gejala sosial atau fenomena yang sedang dihadapi tersebut sebagai fenomena biasa.

Bahwasanya permasalahan sosial merupakan realitas yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai realitas sosial, permasalahan sosial merupakan gejala atau fenomena yang tidak dikehendaki.  Masyarakat berharap dapat menciptakan kondisi kehidupan bermasyarakat yang ideal, tetapi cita-cita tersebut belum dapat dicapai.

Selain itu, gejala atau fenomena dianggap permasalahan sosial apabila menimbulkan kerugian fisik maupun nonfisik serta dianggap bertentangan dengan nilai, norma, dan standar sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Belajar permasalahan sosial dalam masyarakat bisa kita pelajari pada mata pelajaran sosiologi di tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) khususnya pada jurusan ilmu sosial kelas XI (sebelas) semester gasal.

Proses pembelajaran sosiologi di tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) selama masa pandemi ini melalui daring, guru hanya sebatas memberi/kirim materi dan soal pada aplikasi Google Clasroom yang kadang membuat peserta didik bingung, malas dan bosan, karena pembelajaran tidak kreatif dan inovatif akhirnya motivasi belajar peserta didik rendah. Padahal pembelajaran merupakan  suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan sistemik, yang bersifat interaktif dan komunikatif antara guru dengan peserta didik.

Belajar ilmu sosiologi sebenarnya sangat menarik dan menyenangkan karena objek kajiannya adalah masyarakat. Tinggal bagaimana guru bisa mengemas dan memoles proses pembelajaran semenarik mungkin agar peserta didik semangat dalam belajar serta memperoleh hasil belajar yang optimal.

Tetapi kendalanya guru melaksanakan proses pembelajaran melalui daring otomatis interaktif dengan peserta didik kurang optimal. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru harus membuat metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, selain memberikan ceramah materi perlu disisipkan video pembelajaran sosiologi yang menarik serta memberikan contoh langsung atau fakta permasalahan sosial yang ada di lapangan, sehingga peserta didik akan lebih jelas menerima materi dan termotivasi untuk selalu semangat belajar.

Ilmu Sosiologi untuk Analisa Permasalahan Sosial

Ilmu sosiologi memegang peranan penting dalam mengkaji permasalahan sosial dalam masyarakat. Sosiologi dapat digunakan untuk menganalisis gejala atau fenomena sosial yang termasuk permasalahan sosial.

Sumber permasalahan sosial dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Soerjono Soekanto (2014:314-315) menjelaskan permasalahan sosial dapat diklasifikasikan dalam empat kategori berikut: a) Ekonomis, berkaitan dengan pendapatan, kekayaan dan pemenuhan kebutuhan hidup seperti sandang pangan, dan papan.

Permasalahan sosial yang bersumber dari kategori ekonomi misalnya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan ekonomi. b) Biologis, berkaitan dengan gangguan kesehatan dan wabah penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan pada tubuh biologis manusia. Sebagai contoh wabah kolera, wabah H5N1 dan SARS. c) Biopsikologis/psikologis, berkaitan dengan pola pikir, kemauan, emosi dan perilaku manusia, contohnya seperti penyakit saraf (neurosis), bunuh diri, stres dan disorganisasi jiwa. d) Kebudayaan, merupakan permasalahan sosial yang bersumber dari kategori kebudayaan misalnya perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak dan konflik sosial.

Sudah cukup jelas bahwa pandemi Covid-19 merupakan bagian dari sumber permasalahan sosial di antaranya dalam kategori ekonomi semakin banyak masyarakat yang mengalami pengangguran karena di PHK dan untuk memenuhi kebutuhan hidup saja kesusahan akhirnya banyak rakyat miskin.

Covid-19 juga memengaruhi biologis yaitu adanya gangguan kesehatan dan wabah penyakit, dengan dibuktikan banyaknya masyarakat yang mengalami sakit ciri-cirinya mengarah pada Covid-19 serta rumah sakit penuh sampai ada yang meninggal dunia.

Sedangkan faktor biopsikologis/psikologis dengan adanya wabah Covid-19 ini masyarakat semakin stres karena tidak memiliki pekerjaan, kehilangan sanak saudara, mengalami kebangkrutan sampai ada yang bunuh diri.

Di sisi faktor kebudayaan dilihat dari semakin meningkatnya proses perceraian apakah itu di kalangan artis ataupun pada masyarakat umum. Kejahatan merajalela, terlebih akhir-akhir ini dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) lampu jalan dipadamkan pada jam tertentu yang akhirnya memicu tindak kriminalitas, serta terjadi konflik sosial antara satpol PP dengan pedagang yang melanggar aturan.

Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 antara lain  diadakannya PPKM dari pemerintah pusat sampai daerah untuk mensosialisasikannya. Anjuran untuk selalu menjaga protokol kesehatan serta adanya Jogo Tonggo kalau ada tetangga yang terpapr Covid-19, kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah bisa dibantu untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemudian melakukan vaksinasi bagi seluruh masyarakat termasuk juga tenaga medis merupakan garda terdepan yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena mereka  merawat pasien yang terpapar Covid-19.

Jadi Permasalahan sosial  yang disebabkan karena pandemi Covid-19 begitu kompleks. Hal ini bisa dijadikan sebagai contoh oleh guru untuk menjelaskan ke peserta didik mengenai materi permasalahan sosial khususnya kelas XI di semester gasal. Guru bisa menugaskan melalui Google Clasroom untuk menganalisis bagaimana dampak dan upaya pemecahan masalah, sehingga peserta didik bisa dengan mudah memahami dan menjelaskan permasalahan sosial di masa pandemi Covid-19 dengan baik. (*)

 

*) Guru SMA N 1 Gebog Kabupaten Kudus

Comments
Loading...