Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wakil Ketua DPRD Jepara Yakinkan Masyarakat Soal ‘Halal’ dan Pentingnya Vaksinasi

Seorang warga mendapatkan vaksin Covid-19 baru-baru ini. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Nuruddin Amin, meyakinkan bahwa vaksin covid-19 dipastikan halal. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat agar mengikuti vaksinasi covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar kegiatan vaksinasi covid-19 . Dari kegiatan yang sudah dilakukan, , stok vaksin dikabarkan kian menipis lantaran animo masyarakat meningkat.

“Vaksin itu aman. Saya sendiri juga sudah vaksin dan aman. Alhamdulillah animo masyarakat sudah cukup tinggi,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jepara yang akrab disapa Gus Nung ini, Minggu (18/7/2021).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menyebut stok vaksin hanya cukup untuk empat hari. Untuk itu, Gus Nung meminta agar pemerintah memastikan ketersediaan stok vaksin. Pihaknya berharap agar jangan sampai kehabisan vaksin.

Gus Nung juga berharap, para tokoh agama turut mengajak masyarakat agar ikut vaksinasi. Sebab, melalui vaksinasi, nantinya akan timbul ketahanan tubuh bersama. Sehingga pandemi bisa diakhiri.

“Insyaallah jika betul merata, bisa menimbulkan hard community atau ketahanan bersama,” imbuh Gus Nung.

Sebagai santri, Gus Nung juga mendasarkan anjuran vaksinasi itu pada syariat agama. Selain itu, kehalalan vaksin itu juga sudah dipastikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui kesaksiannya setelah mempelajari vaksin.

“Kalau itu (soal halal vaksin-red) harus taklid (mengikuti pendapat tanpa harus mengetahui sumbernya, red). Sudah ditanggungjawabi MUI karena pernah memberikan kesaksiannya,” terang Gus Nung.

Selain itu, Gus Nung juga menuturkan bahwa masyarakat tidak perlu ragu dengan ada atau tidaknya dasar tentang mengikuti vaksinasi. Pihaknya memastikan persoalan vaksinasi bisa didasarkan pada kaidah fiqh yang masyhur.

“Sudah jelas-jelas kaidahnya dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih (meninggalkan dan menjauhi segala hal yang akan menimbulkan kemafsadatan harus didahulukan dari mengambil manfaat dan kemashlahatan karena menjaga keselamatan diri hukumnya adalah wajib,” tegas Gus Nung.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi erje

Comments
Loading...