Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berawal Jualan Keliling Pakai Sepeda, Susu Moeria Kudus Bertahan Sejak 1938

Karyawan Susu Moeria mengolah susu untuk disajikan kepada pelanggan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Susu Moeria yang berada di Jalan Pemuda, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus sudah eksis sejak 1938 silam. Saat ini Susu Moeria dikelola oleh generasi keempat.

Sejak didirikan 83 tahun silam, Susu Moeria didirikan oleh Ang Hien Siok 83 tahun silam. Kemudian dilanjutkan juga oleh generasi kedua bernama Sugeng Murijanto, dan generasi ketiga Lanny Murijanto.

Saat ini, pengelolaan dipasrahakan ke Felicia Natali Yuwono. Felicia-sapaan akrabnya itu memulai mengurus Susu Moeria sejak 2017 hingga sekarang.

“Awal 1938 itu buyut saya Ang Hien Siok punya peternakan sapi perah. Saat itu jumlahnya hanya sepuluh ekor,” katanya, Sabtu (17/7/2021).

Selain buyut Ang Hien Siok, kakek Felicia yang bernama Sugeng Murijanto juga mengembangkan Susu Moeria dan saat itu memiliki 20 ekor sapi. Di masa itu penjualannya dilakukan dengan naik sepeda secara berkeliling.

“Dulu masih konvensional, pakai sepeda gitu cara mempromosikannya. Saat itu namanya memang sudah Susu Moeria. Denger-denger sih supaya berjaya seperti Gunung Muria. Makanya diberi nama Susu Moeria,” ungkapnya.

Karyawan Susu Moeria tengah memerah susu sapi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Felicia menjelaskan, sejak 1938 silam kekhasan Susu Moeria terus dipertahankan hingga kini. Kekhasan yang dimaksud itu mempertahankan fresh milk.

Untuk mengolah susu, mereka menggunakan sistem pasturisasi dengan tungku yang panasnya di bawah 100 derajat celsius agar bakteri baiknya tidak mati.

“Ciri khas Susu Moeria kami itu fresh milk. Tidak ada campurannya, kemurniannya kami pertahankan sejak dulu hingga sekarang,” jelasnya.

Meski sudah bertahan sejak puluhan tahun, cobaan bukannya tidak ada. Diceritakannya, pada tahun 1990, Susu Moeria menambah jumlah sapi menjadi 80 ekor, lantaran ada rencana pesanan rutin dari sebuah perusahaan. Namun kerja sama itu tak bisa berlanjut.

“Sekitar tahun 1990 usaha mama (Lanny Murijanto, generasi ketiga, Red) punya 20 ekor sapi. Karena ada sebuah perusahaan yang ingin pesan rutin untuk disuplai susu, mama beli 60 ekor sapi lagi. Jadi totalnya punya 80 ekor sapi. Tapi saat itu perusahaan tersebut malah membatalkan, padahal mama sudah terlanjur beli sapi. Singkat cerita akhirnya yaudah tetep lanjut nyoba jualan susu,” ujarnya.

Berawal dari situlah, ibunda Felicia memiliki ide untuk membuat susu dengan cara dikemas dengan cup. Usaha itu diminati dan setiap akhir pekannya banyak masyarakat yang berdatangan untuk membeli.

Animo masyarakat yang suka dengan susu membuat mama Felicia berinovasi dengan menambah varian cokelat dan stroberi. Saat ini beragam varian telah diciptakan.

Saat ini Susu Moeria memiliki 125 ekor sapi.  Sebanyak 50 persen di antaranya terus berproduksi dan menghasilkan susu. Per ekornya mampu menghasilkan 20 liter susu dalam sehari.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...