Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gelar Resepsi Pernikahan saat PPKM Darurat, Perangkat Desa Jati Karanganyar Dipanggil Kejari

Petugas Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Karanganyar membubarkan hajatan resepsi pernikahan di Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Sabtu (17/7/2021). (Istimewa-Satpol PP Karanganyar)

MURIANEWS, Karanganyar – Seorang perangkat Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dipaggil Kejaksaan Negeri Karanganyar setelah nekat menggelar resepsi pernikahan di masa PPKM darurat, Sabtu (17/7/2021).

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan pihaknya memantau empat lokasi yang dinilai susah diedukasi terkait aturan pelarangan hajatan.

Saat pemantauan tersebut, satu dari empat lokasi hajatan yang ditertibkan diselenggarakan oleh perangkat Desa Jati, Jaten. Pihaknya pun langsung membubarkan hajatan tersebut lantaran melanggar aturan PPKM darurat.

“Yang di Jati itu justru diselenggarakan Kadusnya. Ada kursi, hiburan dan lainnya. Kami bubarkan langsung. Ditambah posisinya sebagai perangkat itu juga tidak bagus. Seharusnya, perangkat desa itu memberikan contoh dan lebih patuh dengan aturan yang ditetapkan pemerintah,” kata dia seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan, sebelum digelar, kegiatan hajatan yang diselenggarakan salah satu perangkat Desa Jati tersebut sudah diperingatkan oleh Satpol PP Karanganyar H-1 resepsi. Namun, saat dicek lagi pada Sabtu pagi, hajatan masih dilanjutkan oleh tuan rumah.

Setelah ditegur kedua kalinya, Satpol PP Karanganyar mengecek lagi dan tuan rumah masih belum membubarkan kegiatan tersebut. Sehingga, tindakan tegas dilakukan dengan membubarkan hajatan tersebut. Akibatnya, perangkat Desa Jati yang bertanggung jawab dipanggil ke Kejaksaan Negeri Karanganyar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karanganyar, Guyus Kamal, mengatakan tujuan pemanggilan perangkat desa untuk diberi peringatan. Namun, dia menegaskan apabila kejadian tersebut diulangi kembali, akan ada sanksi untuk perangkat desa tersebut.

“Sampai saat ini masih peringatan dulu. Tapi nanti kalau kami temukan lagi ada hajatan di sana, perangkat desa akan kami denda tipiring,” ucap dia.

Sementara itu, Kades Jati, Haryanta, mengatakan masih adanya hajatan lantaran tuan rumah sudah mempersiapkan semua kebutuhan hajatan selama sebulan terakhir.

Menurutnya, pengumuman pelarangan hajatan dinilai terlalu mendadak. Sehingga, pihaknya membiarkan kegiatan tersebut berlangsung karena alasan empati.

“Kasihan tuan rumah hajatan. Pengumumannya cuma dua hari sebelum penerapan. Padahal persiapan dan izin sudah sebulan sebelumnya. Hanya tinggal pelaksanaannya saja. Karena alasan itu akhirnya diperbolehkan. Tuan rumah hajatan sudah prokes juga, kursi renggang. Kalau hiburan itu cuma kaset,” ungkap Haryanta.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...