Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Serapan Dana Desa di Kecamatan Sukolilo Paling Rendah se-Kabupaten Pati

Ilustrasi Dana Desa

MURIANEWS, Pati – Pada semester pertama tahun 2021 ini, serapan Dana Desa yang masuk di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, terbilang cukup rendah. Bahkan persentasenya hanya 30,61 persen.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Pati Marno mengatakan, sesuai dengan data yang dimiliki, untuk serapan anggaan Dana Desa tertinggi di Pati yakni di Kecamatan Dukuhseti. Kemudian yang paling rendah adalah di Kecamatan Sukolilo.

“Dukuhseti dengan pagu Rp 14,16 miliar, sudah terealisasi Rp 7,13 miliar atau 50,37 persen. Sedangkan Sukolilo dengan pagu anggaran Rp 24,89 miliar, terealisasi sebesar Rp 7,71 miliar atau 30,61 persen,” katanya, Sabtu (17/7/2021).

Selanjutnya, Kecamatan Jakenan mendapatkan alokasi Rp 20,92 miliar, realisasinya Rp 9,51 miliar atau 45,48 persen. Disusul kemudian Kecamatan Tambakromo dengan pagu senilai Rp 20,09 miliar baru terealisasi Rp 8,95 miliar atau 44,54 persen.

Kecamatan Tayu memperoleh alokasi sebesar Rp 20.47 miliar dengan realisasi 8,86 miliar atau 43,30 persen. Kecamatan Batangan dari pagu Rp 17.49 miliar, pada semester pertama terealisasi Rp 7,49 miliar atau 43 persen.

Kecamatan Gunungwungkal yang memperoleh pagu Rp16.06 miliar baru terrealisasi Rp 6,86 miliar atau 43 persen.

“Di atas Sukolilo, ada Kecamatan Cluwak yang juga mempunyai serapan rendah, yakni dari pagu Rp 15.40 miliar baru terealisasi Rp 5,21 miliar atau 33,82 persen,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya menyebut serapan Dana Desa di Kabupaten Pati relatif baik. Pasalnya tahun 2021 ini berbarengan dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 215 desa. Sehingga terjadi keterlambatan pembentukan Perdes.

“Mungkin yang jadi kendala memang pada saat Pilkades itu. Karena ada 215 desa, sehingga ada beberapa keterlambatan, termasuk pencairan Dana Desa yang sempat ditunda juga untuk desa penyelenggara pilkades,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...