Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PAD dari Pasar Tradisional di Kudus Baru Terkumpul Rp 3 Miliar karena Pandemi, Pesimis Target Terpenuhi

Pedagang berjualan di Pasar Bitingan Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar tradisional di Kabupaten Kudus hingga 15 Juli 2021 baru tercapai Rp 3,58 miliar. Padahal, target tahun ini ditetapkan sebesar Rp 10,8 miliar.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menyebut, salah satu faktornya karena pandemi Covid-19. Hal ini ditambah dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Akibatnya, pendapatan para pedagang di pasar mengalami penurunan drastis. Sehingga hal ini berdampak pada pendapatan retribusi di pasar tradisional yang ada di Kota Kretek.

“Pendapatan pedagang turun karena pandemi. Imbasnya ke retribusi,” katanya, Sabtu (17/7/2021).

Harys merinci, pendapatan dari sewa kios, sewa los, dan sewa tanah di pasar tradisional per 15 Juli 2021 baru mencapai Rp 696,5 juta. Lalu, untuk retribusi parkir khusus dia mengapresiasi karena sudah mencapai Rp 117 juta.

Kemudian, untuk retribusi pedagang pelataran atau lesehan sudah ada Rp 124 juta. Lalu retribusi pelayanan pasar dari los Rp 1,08 miliar, retribusi pelayanan kios Rp 1,16 miliar, dan retribusi sampah Rp 299 juta.

Dia mengakui pihaknya tidak bisa memaksa pedagang karena pendapatan pedagang yang memang masih lesu.

“Kalau ditanya PAD bisa tercapai 100 persen atau tidak, sepertinya sulit. Tapi kami upayakan setidaknya PAD tahun ini bisa tercapai 80 persen atau jika dinominalkan Rp 8 miliar dari target Rp 10 miliar,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...