Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bantuan Sosial Tunai untuk Puluhan Ribu Warga Pati Belum Cair

Salah satu petugas Kantor Pos mengambil gambar salah satu penerima BST di Pati, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – PPKM Darurat sudah berlangsung selama dua pekan ini, tetapi rencana percepatan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) untuk membantu warga kurang mampu, termasuk di Kabupaten Pati belum ada realisasinya. Padahal, masa pemberlakukan PPKM Darurat tinggal hitungan hari, jika tidak diperpanjang.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos Pati Tri Haryumi mengatakan, untuk BST masa PPKM Darurat pihaknya mengaku belum mendapatkan petunjuk teknis.

Ia menyebut, pagi tadi sudah melakukan koordinasi dengan pihak PT Pos sebagai penyalur, dan belum ada kejelasan.

“Penyalurannya kan melalui Pos. Jadi, KPM (keluarga penerima manfaat) bisa mengambil BST ini melalui Kantor Pos. Namun, untuk pencairannya, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pusat,” katanya, Jumat (16/7/2021).

Dia menyebut, untuk BST PPKM Darurat ini, masing-masing KPM akan mendapatkan  bantuan sebesar Rp 600 ribu. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari Mei dan Juni yang pencairannya direncanakan dirapel pada Juli ini.

“Rencananya, untuk KPM yang mendapatkan BST ini juga akan mendapatkan tambahan berupa 10 kg beras dari pemerintah,” imbuhnya.

Sesuai dengan data yang dimiliki oleh Dinsos Kabupaten Pati, KPM yang mendapatkan BST ini ada sebanyak 26.047 orang.

Jumlah tersebut telah dilakukan perbaikan dan verifikasi lapangan, termasuk yang sudah meninggal dan pindah domisili luar kabupaten, sudah tidak masuk dalam data tersebut.

InsyaAllah dalam bulan ini, akan segera bisa disalurkan. Ini ada perbaikan data dari pusat, sehingga penyalurannya agak tertunda,” terangnya.

Dia mengakui, untuk KPM penerima BST ini memang cukup selektif. Data yang masuk ke Dinsos Pati pun harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Sebab, ada banyak data yang ternyata tidak valid setelah dilakukan survei lapangan.

“Pembaharuan selalu ada, karena BST ini kan prioritasnya memang bagi warga yang benar-benar kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...