Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rumah Tak Layak Huni di Pati Jumlahnya Capai 32 ribu Lebih

Warga tinggal di rumah tak layak huni di Pati diberi bantuan beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pati cukup banyak, yakni mencapai 32 ribu lebih. Untuk membedah rumah-rumah tersebut, disebit tidak bisa hanya mengandalkan APBN maupun APBD.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati, Joko Cipto Hastono mengatakan, dengan banyaknya RTLH yang belum tertangani tersebut, pihaknya menggandeng sejumlah instansi maupun perusahaan.

Sehingga, perlahan RLTH juga mendapatkan perhatian agar segera direnovasi sesuai standar hunian yang layak.

“Kalau hanya dari APBN maupun APBD, itu belum cukup. Karena itu, kami menggandeng perusahaan melalui CSR, perbankan, Baznas dan instansi lain. Ini semacam keroyokan lah,” katanya, Jumat (16/7/2021).

Menurutnya, program keroyokan pengentasan RTLH ini dimaksudkan agar ada sinergitas dengan instansi maupun lembaga lain untuk mengurangi tingkat kesenjangan hunian.

Selama ini, kerja sama yang sudah terjadi adalah dengan perusahaan lokal dan Baznas. Bahkan beberapa kali sudah memperbaiki RTLH dengan kondisi yang cukup parah.

Belum lama ini, pihaknya juga sudah menggandeng Kodim Pati yang melakukan revitalisasi terhadap 12 RTLH.

Selain itu, untuk perbankan yang sudah melakukan kerja sama tersebut adalah seperti Bank Mandiri, BPD, BNI, BRI dan Bank Jateng berkontribusi terhadap upaya perbaikan RTLH di Kabupaten Pati.

“Jadi tiap desa ada setidaknya dua sampai tiga rumah. Stakeholder di Pati itu animonya luar biasa terhadap program seperti ini,” imbuhnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Edito: Ali Muntoha

Comments
Loading...