Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tusuk Teman Sendiri Hingga Meninggal saat Reuni, Pria Asal Salatiga Dijerat 15 Tahun Penjara

Wakapolres Boyolali, Kompol Afrian Satya Permadi, memberikan keterangan soal kasus penganiayaan di Klego saat jumpa pers di Kantor Polres Boyolali, Kamis (15/7/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

MURIANEWS, Boyolali — Sorang pria asal Salatiga bernama Patkur (53) terpaksa berurusan dengan kepolisian. Hal itu terjadi setelah ia menusuk temannya sendiri Parju (56) hingga meninggal dunia tanpa alasan yang jelas saat reuni.

Akibat perbuatannya, Patkur dijerat dengan pasal 338 KUHP jo 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Wakapolres Boyolali, Kompol Afrian Satya Permadi menjelaskan kasus penganiayaan tersebut terjadi di dalam mobil di wilayah Selorejo, Desa Sumberagung, Klego, Rabu (14/7/2021) dini hari

Peristiwa bermula saat pelaku, korban, dan rekannya, melakukan reuni karena sudah lama tak bertemu. Total ada lima orang yang ikut dalam reuni tersebut.

“Pelaku dan korban yang merupakan sahabat, lama tidak bertemu, lalu berniat reuni. Saat bertemu mereka minum [minuman keras]. Kemudian terjadi cekcok di dalam mobil dan terjadi lah peristiwa itu,” kata Afrian seperti dikutip Solopos.com.

Pelaku menusuk korban pada bagian perut menggunakan senjata tajam. Polisi masih mendalami asal senjata tersebut.

Barang bukti kasus reuni berujung maut di Boyolali baru satu kaus milik korban yang masih terdapat bercak darah dan lubang tusukan. Juga satu celana panjang milik korban dan mobil Toyota Harrier warna hitam yang disita dari tersangka.

Afrian menambahkan, tidak ada motif tertentu dalam kejadian itu. Kuat dugaan, minuman keras yang ditenggak pelaku menjadi penyebab pembunuhan tersebut.

“Pelaku melakukan aksinya diduga karena terpengaruh minuman keras yang dikonsumsinya sehingga membuatnya hilang kendali,” jelasnya, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu pelaku mengaku sangat menyesal atas peristiwa tersebut.

“Saat itu ada perselisihan, saya tidak sadar [alasan perselisihan itu], peristiwanya sangat cepat. Saya sangat-sangat menyesal,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...