Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kilas Balik Taman Bojana Kudus, dari Gedung Nasional Hingga Bioskop

Taman Bojana Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Saat ini, orang mengenal Taman Bojana Kudus merupakan pusat kuliner dan pertokoan. Berada di sudut pusat kota, Kabupaten Kudus, ternyata Taman Bojona Kudus mulanya tidak diperuntukan pusat kuliner.

Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB), Sancaka Dwi Supani mengatakan Taman Bojana Kudus awalnya merupakan Gedung Nasional pada 1976. Sementara di lantai dua, gedung itu digunakan sebagai tempat perkuliahan, Sekolah Tinggi Ekonomi Kudus.

“STEK inilah yang menjadi cikal bakal Universitas Muria Kudus yang sekarang di Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae,” kata Sancana DS, Jumat (16/7/2021).

Gedung Nasional itu kemudian menjadi Gedung Bioskop Ramayana. Di sana selalu memutar film G30S-PKI setiap tanggal 30 September. Itu berlangsung sekitar 1978 hingga 1983.

“Setiap 30 September di kawasan Taman Bojana dulunya digunakan sebagai tempat nonton bareng film G30S PKI. Tak hanya itu, film-film perjuangan juga ditayangkan di sana. Saat itu, masyarakat Kudus ramai-ramai nonton di situ,” katanya.

Bangunan Bioskop Ramayana itu hampir mencakup keseluruhan luas bangunan Taman Bojana saat ini. Di eranya, masyarakat berbondong-bondong untuk menonton film. Bangunan bioskop Ramayana itu difungsikan sekitar 1978 hingga 1983. Saat itu bioskop Ramayana diminati. Sebab, belum terdapat hiburan sebanyak saat ini.

“Kemudian sekitar tahun 1990an, bioskop mulai tidak laku. Sebab, sudah banyak siaran televisi dan DVD player. Kemudian dijadikanlah Taman Bojana hingga saat ini sebagai pusat kuliner,” katanya.

Setelah bioskop mulai tak laku, gedung itu kembali beralih fungsi. Menurutnya, sebelum menjadi tempat kuliner, gedung Taman Bojana Kudus itu sempat menjadi pusat kegiatan masyarakat. Salah satunya menjadi tempat pertunjukan ketoprak.

“Dulu, kelompok Ketoprak Wahyu Budoyo asal Jawa Timur seriing pentas di sana. Sebab, bangunan itu mampu menampung lebih dari 100 orang. Tak hanya itu, bangunan itu juga difungsikan untuk tempat rapat Kodim Kudus,” ujarnya.

Selain itu, pada Mei 1998 dulu, Taman Bojana menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa untuk berdemo. “Di Taman Bojana itu juga jadi sarana demo saat ramai isu SARA etnis Tionghoa 1998. Jadi tempat ngumpulnya mahasiswa STEK. Di situ dulu mobil-mobil dibakar,” ungkapnya.

Bangunan itu akhirnya berfungsi sebagai pusat kuliner pada 1997 dan dinamakan Taman Bojana Kudus. Pengalihan fungsi itu dilakukan setelah Pusat Kuliner Tosera di timur Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dibangun Mall Ramayana.

Salah satu pelaku sejarah Kudus, Eddy Yusuf mengatakan sejak itu, para pedagang di Pusat Kuliner Tosera dipindahkan ke Taman Bojana Kudus. Saat itu, peresmiannya dilakukan Bupati Kudus Soedarsono.

“Para pedagang di Pusat Kuliner Tosera itu lalu dipindah ke bangunan bekas Bioskop Ramayana. Dan oleh Bupati Kudus Soedarsono, pusat kuliner itu dinamai Taman Bojana Kudus,” katanya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula, Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...