Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jepara Kembali Dikirimi 6.000 Dosis Vaksin Covid-19

Tenaga kesehatan di Jepara sedang mengambil vaksin dari botol. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tiga hari lalu kondisi stok vaksin Covid-19 di Kabupaten sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, stok vaksin hanya cukup untuk kebutuhan kurang dari lima hari.

Beruntung, Jepara mendapatkan kiriman 6.000 dosis vaksin Sinovac dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga, proses vaksinasi masih bisa terus dijalankan.

“Tambahan kemarin Rabu masuk 6.000 (dosis, red). Stok sudah di faskes (fasilitas kesehatan, red) semua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun, Jumat (16/7/2021).

Mudrikatun menyebut, saat ini stok vaksin yang sudah terpakai sebanyak 15 ribu dosis. Sedangkan yang tersisa sebanyak 24 ribu dosis.

Dengan stok vaksin yang tersedia itu, pemerintah tidak hanya memvaksin warga usia 18 tahu ke atas. Melainkan juga vaksinasi untuk remaja usia 12-17 tahun.

Meskipun jumlahnya belum banyak, vaksinasi untuk remaja sudah berjalan. Mudrikatun memastikan jenis vaksin yang digunakan masih Sinovac.

“Vaksinasi remaja mulai kita layani. Tapi kan memang (jatah) khusus itu memang belum. Vaksin yang ada (Sinovac, red) dikasih ke lansia (lanjut usia, red) dan anak,” terangnya.

Terkait dengan vaksinasi remaja, sasarana yang paling banyak memang usia-usia anak sekolah. Paling tidak mulai dari tingkat SMP.

Untuk melaksanakan vaksinasi bagi anak sekolah, Mudrikatun sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara. Terutama soal data siswa sekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, vaksinasi anak-anak sudah dilakukan. Pelaksanaan vaksinasi anak-anak bersamaan degan vaksinasi masyarakat umum.

Pihaknya menyebut, sampai sekarang jumlah siswa yang berusia antara 12-18 tahun lebih dari 40 ribu orang.

“Sudah berjalan di kelurahan-kelurahan dan Puskesmas bareng dengan orangtuanya. Tapi sudah berapa anak-anak usia sekolah yang divaksin kami tidak tahu. Kalau (vaksinasi) di sekolahan, saat ini kan masih pembelajaran jarak jauh,” terangnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...