Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mulai Besok, Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal Wajib Tunjukkan STRP Ketika Masuk Grobogan

Kepala Posko Penyekatan Godong Iptu Daryanto meminta sopir menunjukkan surat tugas karyawan dan bukti surat delivery order. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Sebuah kebijakan baru bakal diberlakukan bagi pekerja sektor esensial dan kritikal yang akan keluar maupun masuk wilayah Kabupaten Grobogan selama periode PPKM darurat.

Mereka nantinya diwajibkan membawa dan menunjukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Kebijakan ini dibuat berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 49 tahun 2021 terkait perjalanan darat. Rencananya kebijakan ini diberlakukan mulai tanggal 16-22 Juli 2021.

Kebijakan ini diambil sesuai kesepakatan yang dilaksanakan antara Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan dengan Polres Grobogan, Rabu (14/7/2021). Keputusan yang diambil antara lain menyebutkan, para pekerja yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Jawa Tengah diwajibkan menunjukkan STRP.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini menjelaskan, kewajiban membawa STRP ini juga berlaku bagi ASN maupun Non ASN yang bekerja di instansi pemerintah/BUMN/BUMD dengan kriteria kritikal pelayanan publik.

Dijelaskan, semua OPD, kantor kecamatan, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta diminta menyiapkan STRP sesuai dengan format terlampir. Selanjutnya, untuk penandatanganan STRP dimulai dari kepala OPD masing-masing dan dilegalisasi berurutan dari Disnakertrans dan Polres Grobogan.

”Untuk legalisasi STRP ini dilayani pada hari dan jam kerja mulai pukul 07.30-15.30 WIB. Guna mempercepat saat melewati pos penyekatan dapat juga dengan menempelkan stiker STRP di kendaraan. Terutama pada roda 4, baik mobil dinas maupun pribadi,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan di pos penyekatan Kecamatan Godong, ada ratusan kendaraan umum diputarbalikkan karena ada pembatasan mobilitas pengguna jalan pada masa PPKM darurat. Kepala Posko Penyekatan Godong Iptu Daryanto mengatakan, kegiatan ini dilakukan sesuai SE Bupati Nomor 360/2074/2021 Tentang PPKM darurat.

Menurutnya, kendaraan yang berkaitan dengan esensial dan kritikal seperti sembako, BBM, pegawai pemerintahan dan konstruksi yang bertujuan ke Purwodadi masih diperbolehkan masuk. Sedangkan kendaraan umum jika tidak terlalu genting, seperti keperluan menuju rumah sakit, orang meninggal dan lain-lain tetap akan diputarbalik.

“Mereka yang bisa melewati penyekatan harus bisa menunjukkan surat tugas karyawan kemudian dan dibuktikan dengan ada surat delivery order (DO). Jadi harus ada buktinya kalau mau mengirimkan barang ke wilayah Grobogan,” ujarnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...