Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BPOM: Penggunaan Ivermectin untuk Covid-19 Masih Diuji Klinis

Kepala BPOM Penny Lukito. (Intagram/@pennyklukito)

MURIANEWS, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membantah telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada Ivermectin sebagai obat Covid-19. Bantahan itu disampaikan langsung Kepala BPOM Penny Lukito.

Dia mengatakan saat ini, Ivermectin sebagai obat Covid-19 masih menjalani uji klinis. Bahkan, uji klinis itu dilakukan di delapan rumah sakit.

“Belum ada EUA untuk Ivermectin, uji klinis baru dimulai,” kata Penny seperti dikutip Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, Ivermectin dapat diakses di delapan rumah sakit yang mengikuti uji klinis dan rumah sakit lain dengan petunjuk teknis. Pemberian Ivermectin sendiri juga harus sesuai resep dokter yang mengacu pada petunjuk teknis.

Sebelumnya, beredar di masyarakat surat edaran BPOM dan menjadi dasar misinformasi, yang menyebut Ivermectin mendapat izin EUA BPOM. Padahal, surat edaran itu berisi pelaksanaan distribusi delapan obat yang digunakan dalam penyembuhan Covid-19 dan harus melalui proses EUA. Dari delapan daftar obat itu, Ivermectin termasuk di dalamnya.

Ini tercantum di Surat Edaran Nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat. Namun, Penny belum memberikan jawaban detail mengenai surat edaran tersebut.

SE tersebut diterbitkan BPOM pada 13 Juli 2021 dan ditandatangani Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM Mayagustina Andarini.

Dalam SE tersebut poin 6 disebutkan bahwa sehubungan dengan terjadinya kelangkaan obat mendukung penanganan terapi Covid-19, termasuk obat yang diberikan EUA dalam peredaran, maka pelaporan sebagaimana dimaksud angka 4 dan angka 5 di atas untuk periode Juli-September 2021 dilakukan setiap akhir hari kegiatan distribusi atau pelayanan kefarmasian.

Kemudian, pada poin 7 diatur bahwa ada 8 obat yang mendukung penanganan Covid-19, termasuk Ivermectin. Adapun, tujuh obat lainnya yang izin penggunaan daruratnya telah diberikan oleh BPOM. Ketujuh obat lainnya, yakni Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

Surat Edaran ini ditujukan untuk Pemilik EUA, Pimpinan Fasilitas Distribusi Obat, Pimpinan Rumah Sakit, Pimpinan Pusat Kesehatan Masyarakat, Pimpinan Klinik, Pimpinan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemilik Sarana Apotek.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...