Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiga Rumah Sakit Milik Pemprov, Balai Diklat dan Asrama Haji Donohudan Disiapkan Jadi RS Darurat Covid

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Tiga rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah disiapkan untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC). Tiga rumah sakit ini akan fokus melayani penganan pasien corona.

Tiga rumah sakit itu yakni RSUD Tugurejo di Kota Semarang, RSUD dr Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, penyiapan ini untuk mendukung penanganan pasien corona yang jumlahnya kian bertambah.

Disebutkan, RSUD Tugurejo akan dikonversi 100 persen untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, layanan hemodialisasi dan kanker masih dioperasikan. Sementara RSUD dr Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo akan dikonversi 75 persen.

“Karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu. Kita optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini,” kata Ganjar usai mengikuti rapat dengan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan secara dari di rumah dinas Puri Gedeh, Rabu (14/7/2021) malam.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan untuk mengonversi kompleks BPSDMD Jateng di Srondol Kota Semarang, dan Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali menjadi RSDC.

Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan. Rencananya, pada Kamis (15/7/2021) hari ini dijadwalkan visitasi lanjutan bersama Kementerian PUPR untuk Diklat Srondol dan Asrama Haji Donohudan.

“Menteri PUPR sudah komunikasi dengan saya, terus kemudian tadi rapat dengan Pak Luhut sudah oke. Secepatnya kita siapkan itu,” jelas Ganjar.

Adapun kapasitas tempat tidur untuk dua tempat itu masing-masing Diklat Srondol memiliki 554 tempat tidur dan Asrama Haji Donohudan 872 tempat tidur. Saat ini dua tempat tersebut masih digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

“Kalau itu nanti sudah menjadi rumah sakit darurat dan ada pasien dengan klasifikasi berat harus dirawat bisa dimasukkan di situ. Untuk tempat isolasi terpusat kita masih punya banyak kok, jadi isolasi mandirinya bisa kita digeser atau dipindahkan ke tempat lain, kita carikan tempat,” ujarnya.

Untuk kebutuhan sumber daya manusia di RSDC, Ganjar mengatakan telah  berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dan berharap ada dukungan untuk itu.

Mengingat saat ini kasus covid-19 kian bertambah, Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus untuk penanganan COVID-19.  Ia menyebut beberapa daerah sudah dalam proses mengkonversi rumah sakit.

“Saya berharap ada juga rumah sakit milik kabupaten/kota yang dikasihkan untuk rumah sakit khusus Covid-19,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...