Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jateng Siapkan Skenario Kontingensi Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan skenario kontingensi jika pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pihaknya akan mengikuti apapun keputusan pemerintah pusat. Jika PPKM Darurat diperpanjang, tindakan kontigensi yang diterapkan salah satunya politik anggaran untuk backup penanganan.

“Kita mengikuti perkembangan. Maka kami sudah menyiapkan skenario kontingensi. Apakah diperpanjang atau tidak, kita siap. Apapun yang terjadi, karena keputusan itu dilihat dari perilaku masyarakat seperti apa,” katanya.

Termasuk di antaranya penanganan para pelaku UMKM jika PPKM Darurat diperpanjang. Ganjar memastikan telah memerintahkan Dinas UMKM untuk mendeteksi kondisi pelaku UMKM di Jawa Tengah.

“Dampaknya seperti apa, tingkat pertahanannya seperti apa. Nanti program penyelematannya seperti apa, kita deteksi,” kata Ganjar.

Ganjar menegaskan, membenahi sistem dan penanganan medis seperti penambahan tempat tidur, oksigen sampai tenaga kesehatan bukanlah solusi untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurutnya yang bisa mencegah adalah dengan cara mendisiplinkan perilaku masyarakat terkait protokol kesehatan.

“Kalau semua patuh, protokol kesehatan di-ugemi dan dipegang kencang, maka sebenarnya PPKM Darurat tidak perlu diperpanjang. Tapi kalau tidak bisa, potensi perpanjangan bukan tidak mungkin dilakukan,” jelasnya.

Diperpanjang atau tidak, bagi Ganjar PPKM Darurat memiliki manfaat dan risiko tersendiri. Kalau tidak diperpanjang, memang ekonomi akan bergerak. Tapi jika masyarakat tidak disiplin lagi, maka risikonya akan lebih berat.

“Tapi kalau mau disiplin dan ini dibuka (tidak diperpanjang), maka akan mengurangi. Apa itu bisa, mari kita bicara pada diri sendiri. Ingat, Indonesia sempat jadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ini bahaya, kita mesti perang bersama-sama dan disiplin mesti dilakukan,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...