Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mengeluh Tak Ada Pemasukan, Pedagang Taman Bojana Berencana Kembali Berjualan saat PPKM Darurat

Kawasan Taman Bojana Kudus beberapa hari lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Para pedagang Taman Bojana merencanakan kembali membuka kios jualannya pada pekan ini. Sebab, mereka tidak memiliki pemasukan sama sekali sejak menutup kios selama sepekan ini.

Keinginan itu diungkapkan salah satu pedagang di Taman Bojana Kudus, Bambang Noor ‘In. Menurutnya, perekonomiannya semakin sulit jika masih menutup warungnya.

“Dalam waktu dekat ini, sebelum tanggal 20 Juli saya sudah ada rencana buka. Teman-teman (pedagang lain) juga seperti itu,” ungkapnya, Rabu (14/7/2021).

Menurutnya, antarpedagang sudah saling berembuk membahas rencana itu. Dalam musyawarah itu, para pedagang berharap agar akses jalan di sekitar Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dibuka, sehingga calon pembeli bisa masuk ke Taman Bojana Kudus.

“Yang paling kasihan itu, karyawan kami. Mereka benar-benar tidak ada pemasukan. Padahal, kebutuhan sehari-harinya banyak. Kami berharap ada solusi dari Pemkab Kudus,” ungkapnya.

Pedagang kuliner lainnya, Rudi Handoko juga berencana buka. Hanya saja, dia memilih buka selepas Iduladha atau 20 Juli 2021.

“Ikut buka, tapi setelah berdiskusi dengan keluarga, kemungkinan 21 Juli saja sekalian. Tapi kalau ada lima yang buka, mungkin saya ikut buka sebelum 21 Juli,” ujarnya.

Senada dengan Bambang Noor ‘In, Rudi Handoro juga berharap kebijakan penyekatan di area Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dikaji lagi. Menurutnya, kebijakan itu menyulitkan pedagang kuliner di Taman Bojana Kudus.

“Kalau mau disekat di perbatasan masuk Kudus saja. Jangan di pusat kota seperti di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, para pedagang Taman Bojana Kudus menutup kios secara masal sejak Kamis (8/7/2021). Saat itu, pedagang memilih tutup karena sepi akibat adanya kebijakan PPKM Darurat. Salah satu dari kebijakan itu, penyekatan di area Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Imbas dari kebijakan itu, banyak pelanggan maupun warga yang bisa masuk ke Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dan Taman Bojana Kudus.

Dalam Intruksi Bupati Kudus Nomor 360/02/2021 tentang Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat di Kabupaten Kudus, disebutkan pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada di lokasi tersendiri maupun pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away (dibungkus) dan tidak menerima makan ditempat.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...