Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sering Bikin Pengendara Tersesat, DPRD Jepara Minta Polisi Tak Hanya Sekadar Menyekat Jalan

Pengendara nekad menerobos penyekatan di Jalan Ahmad Yani Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Sejumlah jalan utama di Kabupaten Jepara disekat pihak kepolisian. Penyekatan ini diharapkan bisa mengurangi tingkat mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat.

Terlebih tingkat mobilitas masyarakat ini masih menjadi persoalan dalam PPKM Darurat. Jika sebelumnya kepolisian hanya menyekat Simpang Gotri di Kecamatan Kalinyamatan, dan Alun-Alun Jepara, kini jalan yang disekat lebih banyak.

Antara lain di Jalan Ahmad Yani, Bundaran Ngabul, Pertigaan Bulusari arah Bangsri, Pertigaan Puskesmas Sinanggul, depan Perusahaan HWI Kalinyamatan, PWI Mayong, Perempatan Keramik Nalumsari, dan beberapa jalur lainnya.

Sejak semalam, media sosial Facebook ramai membicarakan ada kendaraan ekspedisi yang tersesat. Kendaraan ekspedisi itu sebelumnya tujuannya Bandengan, Kecamatan Kota.

Namun, lantaran Bundaran Ngabul disekat, pengendara itu justru salah jalur dan malah sampai di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri.

Beruntung, ada warga yang menunjukkan arah menuju Bandengan. Sedangkan saat itu tidak ada petugas yang berjaga.

Pagi tadi, Budi Hutomo, salah satu pengendara asal Kecamatan Nalumsari dengan tujuan Jepara Kota, mengaku tak bisa lewat lantaran di Bundaran Ngabul disekat. Tetapi, ia lewat jalan arah Desa Mantingan. Kemudian ia melewati jalur gang perkampungan untuk kembali ke jalur utama.

“Tadi pagi ada petugas. Jalan utama menuju Jepara Kota ditutup. Tapi jalur yang lain tidak,” kata Budi, Rabu (14/7/2021).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Pratikno, mengapresiasi langkah aparat gabungan dalam mengurai mobilitas masyarakat. Namun, pihaknya berharap agar petugas tidak asal dalam melakukan penyekatan.

Pratikno meminta, pihak kepolisian berjaga di titik penyekatan untuk memberikan arahan kepada pengguna jalan. Atau, petugas bisa memberi rambu-rambu pengarahan.

“Jangan hanya disekat. Orangya tidak bisa lewat. Menurut kami tidak menyelesaikan masalah. Justru menjadi gerundel (gerutu, red) masyarakat, yang mungkin punya kepentingan sangat penting tidak terlaksana,” tegas Pratikno, Rabu (14/7/2021).

Tidak cukup dengan itu, Pratikno juga berharap di titik penyekatan mestinya ada petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Nantinya, jika ada orang luar atau dalam daerah yang melintas bisa dilakukan pengecekan.

Minimal dicek suhu tubuhnya. Jika suhunya tinggi dan ada gejala mengarah Covid-19, petugas bisa langsung melakukan tes swab di tempat.

“Jadi tidak hanya ditutup. Di samping penyekatan, titik itu juga bisa jadi tempat pelayanan masyarakat,” tandas Pratikno.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...