Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diusir karena Positif Covid-19, Warga Samarinda Meninggal di Atas Becak di Grobogan

Tim Inafis Polres Grobogan dan PMI Grobogan saat memeriksa perempuan separuh baya yang ditemukan meninggal di atas becak. (MURIANEWS/Zulkifli Fahmi)

MURIANEWS, Grobogan – Seorang perempuan meninggal di atas becak di timur Pasar Purwodadi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Purwodadi, Minggu (11/7/2021) sekitar pukul 19.30. Perempuan yang diketahui bernama Suparmi (53) itu meninggal dunia saat ditemani suaminya dan pemilik becak, Sugi Antoro.

Setelah dilakukan pemeriksaan Tim Inafis dan PMI Grobogan, diketahui perempuan itu terkonfirmasi positif Covid-19 dan tidak sempat mendapatkan pertolongan.

Menurut, Sugi Antoro, dia dan istrinya dipaksa keluar dari rumah kos di daerah Jetis Gang I, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi. Padahal, saat itu istrinya dalam keadaan sakit dengan gejala mirip Covid-19.

“Mereka takut istri saya menularkan ke yang lainnya,” ujar suami korban Sugi Antoro.

Sebelum meninggal, kata Sugi, istrinya sempat mengatakan jika sudah pasrah jika harus meninggal di jalan. Saat diusir, dia tidak tahu harus kemana.

“Kami tidak punya keluarga di sini. Sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Saya bawa istri saya dan semua barang yang ada di dalam kos. Kami tidak tahu harus kemana. Hingga akhirnya istri meninggal di atas becak,” ungkapnya.

Di ketahui, suami istri itu merupakan perantau dari Desa Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

”Saat kami datang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dilakukan postmortem ternyata terkonfirmasi Covid-19. Kami langsung bawa jenazah ke ruang jenazah RSUD dr Soedjati Purwodadi. Kemungkinan dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan (prokes), karena korban merupakan perantau maka dimakamkan di pemakaman dekat RSUD,” ujar salah satu anggota Inafis Polres Grobogan Widodo.

Pihaknya pun berharap agar masyarakat tak melakukan diskriminasi terhadap masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19. ”Harusnya bisa merangkul dan saling membantu penyembuhan. Bukan malah mengucilkan,” harapnya.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi, Dani Agus
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...