Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bupati Jepara Larang Resepsi Kawinan, Akad Nikah Boleh dengan Pengantin Jalani Swab

Bupati Jepara Dian Kristiandi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tingkat mobilitas dan kerumunan masyarakat masih menjadi persoalan di Jepara dalam PPKM Darurat. Untuk itu, pemerintah mengupayakan sebisa mungkin tingkat mobilitas bisa ditekan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, salah satu upaya mengurai mobilitas masyarakat itu dengan melarang acara resepsi pernikahan selama PPKM Darurat. Pihaknya khawatir jika kerumunan yang mungkin terjadi pada resepsi akan meningkatkan kasus Covid-19.

“Salah satu yang dilarang adalah menggelar resepsi pernikahan. Namun, akad nikah tetap diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat,” kata Andi, Selasa (13/7/2021).

Andi menjelaskan, saat akad nikah, Kementerian Agama memberi syarat pada mempelai, saksi, dan wali untuk tes swab antigen. Tes ini diberikan secara gratis. Tes swab bisa dilakukan di fasilitas kesehatan setempat.

“Saya meminta seluruh modin untuk turut mensosialisasikan kepada masyarakat. Saya juga meminta agar masyarakat patuh pada aturan yang berlaku selama PPKM Darurat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pihaknya memerintahkan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat desa untuk bekerja sama dengan TNI dan Polri, supaya turun langsung ke lapangan memantau masyarakat. Petugas itu diberi wewenang untuk mengambil tindakan jika ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Selain pernikahan, bupati juga mengimbau kegiatan keagamaan seperti tahlilan agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Tempat ibadah bisa digunakan bagi tokoh agama untuk memimpin tahlil dan diikuti masyarakat dari rumah.

Inovasi ini sebagai alternatif untuk tetap mendoakan almarhum tanpa harus berkumpul dan berkerumun.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...