Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana, JPU Tuntut Penembak Mobil Bos Duniatex 12 Tahun Penjara

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penembakan mobil bos Duniatex Group di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

MURIANEWS, Solo – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Solo menuntut Lukas Jayadi (72) terdakwa percobaan pembunuhan bos Duniatex dengan 12 tahun penjara.

Tuntutan itu muncul setelah terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana. Jeratan hukum itu diberikan setelah terdakwa menembaki mobil Toyota Alphard yang ditumpangi bos perusahaan tekstile tersebut di Jalan Monginsidi Solo, Rabu (2/12/2020) lalu

JPU Endang Sapto Pawuri, Selasa (13/7/2021) menjelaskan, sidang tuntutan atas perkara penembakan yang terjadi di akhir 2020 itu telah digelar pekan lalu di Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Baca: Ditangkap Kurang dari Dua Jam, Begini Kronologi Penembakan Mobil Bos Duniatex di Jalan Monginsidi Solo

“Selain tuntutan 12 tahun, Lukas Jayadi juga mendapatkan hukuman berupa pencabutan kepemilikan izin senjata api. Melihat perkara ini, dia tidak layak untuk mendapatkan izin kepemilikan senjata api. Takutnya disalahgunakan lagi,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Secara umum, Endang menilai perjalanan sidang berjalan lancar. Hanya saja, mengingat dalam kondisi pandemi pihaknya sempat menitipkan Lukas Jayadi ke ruang tahanan Polresta Solo.

“Jadi terdakwa harus kita datangkan ke persidangan. Sebelum kembali ke rutan, kita titipkan ke Polresta Solo selama sepekan untuk karantina dan sekarang sudah kembali ke Rutan Solo,” tegas dia.

Baca: Pelaku Penembakan Mobil Bos Duniatex di Solo Ternyata Adik Ipar Korban

Sementara itu, Kasi Pidana Umum, Kejari Solo, Cahyo Madiastrianto, mengatakan terdakwa disangkakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana,” kata dia.

Cahyo menjelaskan poin yang memberatkan tuntutan karena terdakwa tidak mengakui perbuatan itu. Selain itu, Lukas Jayadi juga dinilai tidak merasa bersalah dalam kasus penembakan ke mobil Alphard.

Menurutnya, pengadilan juga telah melihat TKP hingga barang bukti mobil. Lalu, sidang agenda selanjutnya pledoi 21 Juli mendatang beragendakan pledoi.

Baca: Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan, Penembak Mobil Bos Duniatex Terancam 20 Tahun Penjara

Sebelumnya, kasus penembakan itu bermula saat korban berinisial IN, 72, warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta bersama sang sopir K (42) mengendarai mobil Toyota Alphard dari rumah menuju kawasan Jl. Slamet Riyadi.

Pada saat melintas di depan Gereja Kepunton, korban tiba-tiba dihentikan oleh pelaku bersama istri dan mengakak ke gudang sarang walet di Jl. Monginsidi, Gilingan, Kecamatan Banjarsari.

Saat di lokasi Lukas turun dari mobil dan menyuruh sopir membantu mengangkat barang dengan turun dari mobil. Namun korban tidak mau karena melihat Lukas membawa senjata api.

Sopir langsung tancap gas hingga akhirnya pelaku menembaki mobil. Sopir pun menyelamatkan diri ke Mako Brimob Polda Jateng tak jauh dari lokasi. Lukas Jayadi ditangkap beberapa jam saat hendak melarikan diri di salah satu pangkalan bus.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...