Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penjualan Hewan Kurban di Kudus Tak Terdampak PPKM Darurat, Pedagang Masih Ramai Pesanan

Pedagang menjual hewan ternak di Pasar Hewan, Kudus, Selasa (13/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Kudus tidak terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pedagang justru kebanjiran order.

Hal itu terlihat di Pasar Hewan, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Anto, salah satu pedagang hewan asal Desa Kaliwungu, Kudus mengaku, di pasar ini ia kulakan sepuluh kambing untuk dijual lagi.

“Di rumah masih ada 70 ekor kambing. Tapi semuanya sudah ada yang pesan. Untuk harga per ekornya saya menjual Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Anto menjelaskan, pesanan hewan kurban tidak terdampak adanya pandemi Covid-19. Tahun lalu sebelum adanya pandemi dia mampu menjual 60 sampai 70 ekor. Jumlah penjualan itu sama dengan tahun ini. “Jadi adanya PPKM ini alhamdulillah tidak terdampak,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan oleh pedagang hewan ternak asal Sukolilo, Pati, Masru. Dia membeli 20 ekor kerbau dan sudah laku sebanyak tujuh ekor.

“Penjualan kerbau baik kok saat ini. Walaupun masih covid penjualan masih normal,” katanya.

Baca: Mau Berkurban, Perhatikan Dulu Ciri-Ciri Hewan yang Sehat

Lebih lanjut, menurutnya harga kerbau saat ini mengalami kenaikan Rp 3 juta per ekor dibandingkan tahun lalu. Namun, hal itu tidak menurunkan penjualan kerbau.

“Kalau saya melihatnya orang beli hewan ternak untuk kurban itu niatnya. Jadi mau itu corona atau tidak, kalau sudah niat ya tetap beli hewan ternak untuk berkurban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sunardi menjelaskan adanya peningkatan penjualan walaupun pandemi Covid-19 dan ada PPKM Darurat. Menurutnya hal itu dirasa bagus.

“Kondisi penjualan ada peningkatan satu sampai satu setengah juta per ekornya,” ujarnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...