Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mau Berkurban, Perhatikan Dulu Ciri-Ciri Hewan yang Sehat

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memeriksa hewan ternak menjelang Iduladha di Pasar Hewan, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Selasa (13/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pekan depan, tanggal 20 Juli 2021, umat Islam merayakan Hari Raya Iduladha dan menyebelih hewan kurban. Saat-saat seperti ini, banyak umat Islam mulai mencari hewan kurban. Namun, tak banyak yang mengetahui ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan layak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sunardi menjelaskan ciri-ciri hewan kurban, yakni sapi, kerbau dan kambing yang layak. Ciri pertama yang bisa dilihat, yakni sudah berumur. Itu ditandai dengan gigi susu yang sudah ‘powel’ atau rontok gigi.

“Untuk kambing sudah berumur 12 tahun sampai 18 bulan. Sedangkan sapi dan kerbau berumur 22 bulan,” katanya saat ditemui saat memeriksa hewan kurban di Pasar Hewan Gulang, Mejobo.

Tanda lainnya, mata hewan ternak itu jenih dan tidak berair, hidung basah, bulu tidak kusam, serta bagian anus dalam kondisi kering. Hewan juga tidak cacat dan kondisi tubuh ideal.

“Bagian kaki harus simetris, mata tidak buta sebelah, tidak pincang dan bagian ekor tidak patah. Bagian tulangnya juga harus diperhatikan. Kemudian, usahakan tidak memilih hewan yang kurus apalagi sampai kurus kering,” ujarnya.

Sementara, dalam pemeriksaan hewan kurban di Pasar Hewan Gulang, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus itu pihaknya tidak menemukan hewan yang sakit. Hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat juga diberi label keterangan sehat.

“Kami tidak ada temuan. Dari petugas kami memastikan agar pro aktif melakukan pengecekan. Jangan sampai hewan ternak yang nantinya dibuat kurban justru berpenyakit, karena itu berbahaya jika dikonsumsi,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Ditanya soal penerapan protokol kesehatan (prokes) selama aktivitas jual beli di Pasar Hewan, pihaknya memastikan sudah menyampaikan imbauan. Hal itu supaya tidak terjadi klaster di Pasar Hewan Kudus.

“Biasanya yang ‘ngetutke’ hewan ternak ada empat orang, tapi saat ini hanya satu orang saja. Antisipasi kami ya mengingatkan agar tidak berkerumun,” ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi pedagang yang sudah taat prokes. Sunardi juga membagikan beberapa masker kepada pedagang di lokasi Pasar Hewan Kudus.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...