Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

INFO KAMPUS

Keren, Tiga Mahasiswa Unnes Sukses Bikin Sedotan Berbahan Kulit Naga yang Bisa Dimakan

Sedotan berbahan kulit buah naga buatan tiga mahasiswa Unnes ramah lingkungan karena bisa langsung dimakan tanpa efek samping. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil membuat riset kreativitas mahasiswa dengan memproduksi sedotan berbahan dasar kulit buah naga yang bisa dimakan.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Melissa Salma Darmawan dan Fitri Daeni dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA), serta Tessa Surya Kurniawan dari Fakultas Ekonomi (FE). Ketiga mahasiswa tersebut dibimbing oleh Prasetyo Listiaji.

Kreativitas membuat sedotan berbahan kulit naga tersebut juga berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemerintrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bidang kewirausahaan sebesar Rp 8,5 juta.

Ketua TIM PKM Melissa menjelaskan, ide pembuatan sedotan tersebut berawal dari sejumlah permasalahan yang muncul di masyarakat. Dimana, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang sampah plastik di laut terbanyak kedua di dunia.

Total volume sampah kantong plastik di Indonesia, lanjut dia, tercatat mencapai 64 juta ton per tahun, yang 3,2 ton diantaranya masuk ke laut. Apalagi, pandemi Covid-19 membuat restoran ataupun kafe menjual makanan dan minuman menggunakan plastik atau take away untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Nah di sisi lain kulit buah naga masih jarang dimanfaatkan masyarakat. Padahal, kaya akan manfaat seperti antioksidan dan vitamin C, ” katanya, Selasa (13/7/2021).

Tiga mahasiswa Unnes berhasil menciptakan sedotan berbahan kulit buah naga yang bisa langsung dimakan. (MURIANEWS/Istimewa)

Karena permasalah itu, pihaknya bersama tim merasa perlu memberikan kontribusi untuk membantu mengatasi permasalahan plastik, khususnya sedotan plastik. Sehingga muncullah produksi sedotan yang bisa dimakan tersebut yang dinamakan Yummy Edible Straw.

“Lewat produk kami juga bisa sebagai salah satu edukasi kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik, ” ucapnya.

Produk Yummy Edible Straw sendiri, sudah mulai di produksi dan dijual di sejumlah platform media e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, instagram, facebook, twitter, maupun whatsapp melalui https://linktr.ee/YummyEdibleStraw. Harganya pun sangat terjangkau yakni Rp 25 ribu/per 25 pcs.

Poses penjualan pada PKM-K berlangsung selama 4 bulan sampai bulan Agustus.  Selama kegiatan persiapan, produksi dan penjualan juga akan di lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dari UNNES agar kinerja tim semakin maksimal.

“Besar harapan kami dengan PKM ini bisa mengedukasi masyarakat, mengatasi permasalahan sampah plastik, dan meningkatkan keterampilan berwirausaha. Kami juga berharap bisa lolos sampai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” tandasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor : Supriyadi

Comments
Loading...