Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Direncanakan Dapat Kiriman Vaksin Pfizer

Nakes tengah menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus direncakanan menjadi salah satu daerah yang mendapat stok vaksin Covid-19 jenis Pfizer buatan negeri Paman Sam, Amerika. Vaksin tersebut direncanakan tiba di Indonesia Agustus 2021 mendatang.

Walau demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus berharap masih mendapat jatah vaksin Sinovac. Hal tersebut dikarenakan mereka masih mengejar capaian vaksinasi untuk dosis dua.

“Kami tidak terlalu masalah dan kami menyambut baik mau Pfizer atau Moderna. Tapi kami harapkan masih mendapat vaksin Sinovac untuk menutup sekitar 70 ribu kekurangan dosis dua kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo melalui Kepala Seksi (Kasi) Surveillance dan Imunisasi Aniq Fuad, Selasa (13/7/2021).

Kabupaten Kudus, lanjut dia, kini memiliki target vaksinasi sebanyak 825.146 orang untuk enam kategori yakni tenaga kesehatan, pelayanan publik, lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan anak usia 12-17 tahun.

Pada capaian vaksinasi pertama, persentasenya kini berada di angka 16 persen. Sementara untuk dosis kedua, capaiannya baru 5 persen saja. Jumlah tersebut, menunjukkan timpangnya capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis dua di Kota kretek.

“Inilah yang membuah kami lebih memilih untuk mengebut pencapaian vaksinasi dosis dua, karena jarak persentasenya terlalu jauh antara dosis satu dan dua,” kata dia.

Baca: Kudus Kehabisan Stok Vaksin Covid-19, Vaksinasi Terancam Mandek 17 Juli Jika Tak Segera Didropping

Sementara saat ini, Kabupaten Kudus tidak memiliki sama sekali stok vaksin di gudang farmasi mereka baik itu untuk dosis pertama maupun dosis dua. Semua vaksin, kini telah didistribusikan ke titik vaksinasi dan akan difokuskan untuk penyuntikan dosis kedua.

Bila tak segera didropping vaksin lagi, proses vaksinasi terancam mandek pada 17 Juli 2021 mendatang, atau setelah jumlah dosis vaksin yang berada di sejumlah fasilitas kesehatan rampung disuntikkan.

“Semalam memang datang lima ribu dosis, sudah didistribusikan untuk dosis kedua. Kami estimasikan penyuntikan rampung pada 17 Juli mendatang, jika saat itu belum didropping dosis lagi, bisa jadi kami akan berhenti melayani vaksinasi sementara,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...