Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Zona Merah Di Kudus Tinggal Dua Desa

Salah satu RT di Desa Tumpangkrasak Kudus yang sempat di lockdown karena berstatus zona merah beberapa waktu lalu. Kini desa itu masuk kategori zona oranye. (MURIANEWS/Yuda Aulia Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah desa yang masuk kategori zona merah Covid-19 di Kabupaten Kudus makin berkurang. Pada Senin, 12 Juli 2021, jumlah desa dengan katergori zona merah itu tersisa dua saja, yakni Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe dan Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota.

Sebelumnya, saat kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus sedang tinggi-tingginya, ada 83 desa masuk zona merah. Kemudian, angka tersebut terus menurun dan pada Rabu, 7 Juli 2021, tersisa delapan desa.

“Kini kembali terjadi penurunan dan hanya menyisakan sebanyak dua desa saja, yakni Desa Glagah Kulon (Dawe) dan Desa Wergu Wetan (Kota),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa(13/7/2021).

Di sisi lain, jumlah desa dengan zona hijau juga bertambah menjadi sembilan desa. Desa-desa itu tersebar di lima kecamatan, yakni Kota, Undaan, Mejobo, Kaliwungu, dan Gebog.

Untuk Kecamatan Undaan, terdapat empat desa, tepatnya di Desa Berugenjang, Terangmas, Lambangan, dan Wonosoco. Kemudian dua desa Kecamatan Kota adalah di Desa Kauman dan Kerjasan.

Sementara Kaliwungu ada satu desa berstatus zona hijau yakni Blimbing Kidul. Untuk Kecamatan Mejobo terdapat satu desa yakni Temulus dan satu desa lagi dari Kecamatan Gebog yakni di Rahtawu.

Sedangkan zona kuning tercatat ada enam desa tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Undaan, Kaliwungu dan Dawe. Sementara zona oranye terdapat di 82 desa.

Badai pun optimis, apabila penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bisa dilaksanakan dengan baik oleh semua elemen masyarakat di Kudus, zona merah dan oranye akan semakin berkurang.  Kemudian zona kuning dan hijau akan semakin bertambah.

Pemerintah desa pun menjadi sentral karena harus mampu merangkul semua warganya untuk disiplin menerapkan prokes. Termasuk bagi yang terpapar diisolasi terpusat untuk mencegah penularan terhadap keluarganya.

Sementara untuk warganya, harus mau mendukung upaya pemerintah desa agar berstatus menjadi zona aman dari penularan COVID-19.

“Desa dituntut mampu menurunkan angka penularan untuk bisa keluar dari zona merah menuju zona aman,” jelas Badai.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...