Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Viral di Medsos, Penyembelih Kucing di Grobogan Ternyata Punya Gangguan Jiwa

Pihak keluarga pelaku penyembelihan kucing diminta membuat surat pernyataan di Mapolsek Purwodadi. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Video pendek yang memperlihatkan seorang pria di Grobogan sedang menyembelih seekor kucing untuk dikonsumsi dan viral berhasil diungkap pihak kepolisian. Sebelumnya, video tersebut sempat viral di sejumlah akun media sosial dan mendapat kecaman dari banyak warganet.

Adanya tayangan video tersebut juga sempat membikin resah warga. Beruntung, polisi berhasil mengindentifikasi pelaku penyembelihan kucing warna hitam itu.

Kapolsek Purwodadi AKP Saptono Widyo mengungkapkan, pelaku penyembelihan kucing itu diketahui bernama Triyanto (32), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Pelaku diketahui mengalami gangguan jiwa sejak beberapa tahun terakhir.

“Dari keterangan pihak keluarganya, pelaku sudah mengalami gangguang jiwa sekitar 10 tahun. Selama ini, pelaku sudah sekitar empat kali menyembelih kucing untuk dikonsumsi sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya, perwakilan keluarga pelaku diminta ke Mapolsek Purwodadi untuk membuat surat pernyataan mengenai kondisi kejiwaan Triyanto disaksikan Ketua RT setempat dan pemilik kucing.

“Karena mengalami gangguan jiwa, maka pelaku tidak diproses secara hukum. Namun pihak keluarga diwajibkan untuk mengawasi pelaku supaya tidak melakukan perbuatan serupa. Keluarga pelaku sudah meminta maaf dan sanggup untuk membawa pelaku berobat ke rumah sakit jiwa,” kata Sapto.

Sementara itu, Narti, kakak pelaku menjelaskan, dirinya tidak berani lagi untuk mengingatkan adiknya saat menjalankan aksinya menyembelih kucing. Sebab, jika dilarang, adiknya selalu marah dan megeluarkan ancaman.

”Saya gak berani melarang, takut. Soalnya, selalu mengancam kalau dilarang,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...