Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

758 Anak Usia 12-17 Tahun di Kudus Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Vaksinasi masyarakat umum Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 758 anak usia 12-17 tahun di Kabupaten Kudus telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Jumlah akan semakin bertambah karena Kudus menempatkannya pada kategori tersendiri.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus kini tengah menghitung berapa target yang akan dicapaikan pada kategori tersebut.

“Mereka masuk kategori sendiri, terlepas dari masyarakat umum,” ucap Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Senin (12/7/2021).

Sejumlah fasilitas kesehatan kini juga telah bisa menyuntikkan vaksinnya untuk remaja. Hanya memang, untuk sementara DKK tetap akan memfokuskan kepada masyarakat umum dan penyuntikan pada dosis kedua.

“Kemarin kebetulan karena ada sisa untuk masyarakat umum, sehingga ya sudah disuntikkan pada remaja saja,” kata Badai.

Dosis vaksin yang akan disuntikkan sendiri, lanjut Badai, sama halnya dengan kategori lainnya. Yakni tiap suntikan 0,5 mililiter.

“Sama saja, namum memang kami masih menunggu droping dosis vaksinasi untuk dosis pertama,” jelas dia.

Salah satu rumah sakit yang akan melayani vaksinasi remaja adalah RS Mardi Rahayu. Hanya memang untuk saat ini, pihak RS masih memfokuskan pelaksanaan vaksinasi untuk dosis kedua.

“Ketika nanti sudah ada droping vaksin, kami akan turut melayani vaksinasi untuk remaja,” ucap Humas Rumah Sakit Mardi Rahayu Dewi.

Untuk persyaratannya sendiri, calon penerima vaksin bisa membawa Kartu Keluarga (KK) untuk menerima suntikan vaksinasi.

Untuk diketahui, capaian vaksinasi di Kabupaten Kudus telah mencapai 20,4 persen pada dosis pertama. Atau sebanyak 135.718 orang dari total target sebesar 664.666 orang. Kemudian pada dosis kedua, baru mencapai 6,5 persen atau sebanyak 42.878 orang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...