Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pocong Juga Diajak Demo, Rektorat IAIN Kudus Hanya Kabulkan Tiga Tuntutan

Mahasiswa IAIN Kudus membawa pocong saat melakukan aksi demo di depan pintu masuk gedung rektorat, Senin (12/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan mahasiswa IAIN Kudus menggelar aksi demo di halaman gedung rektorat, Senin (12/7/2021). Mereka membawa spanduk, pocongan dan sempat menyegel pintu masuk rektorat.

Teriakan tuntutan disampaikan. Mayoritas ingin agar uang kuliah tunggal (UKT) yang saat ini ditetapkan sebesar Rp 4 juta agar diberi keringanan.

Aksi mahasiswa IAIN Kudus itu juga dilakukan dengan membawa pocongan. Pocongan itu dibawa dan diletakkan di depan pintu masuk gedung rektorat.

Tak berhenti di situ, mahasiswa juga sempat menyegel pintu masuk rektorat. Setelah menyegel pintu masuk dengan spanduk, beberapa mahasiswa juga melakukan aksi tidur-tiduran di depan pintu masuk. Namun, aksi itu hanya berlangsung beberapa saat saja.

Orator aksi demo, Fikri Sonhaji mengatakan pihaknya keberatan dengan naiknya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dia mengaku situasi itu menyulitkan kondisi orang tua mahasiswa. Sebab, saat ini semua orang tua mahasiswa kesulitan mencari rupiah.

“UKT naik sampai empat juta. Kebijakan yang baru itu menyulitkan kami. Kasihan orang tua kami yang mencari uang. Apalagi sekarang sedang pandemi,” katanya.

Mahasiswa IAIN Kudus melakukan aksi demo terkait UKT di kampusnya, Senin (12/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Ada enam tuntutan terkait UKT yang disuarakan mahasiswa. Sementara pihak IAIN Kudus hanya mengabulkan tiga di anataranya.

Tuntutan mahasiswa yakni transparansi UKT bagi mahasiswa angkatan 2018-2021, keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa tahun akademik 2021/2022. Kemudian potongan UKT 25 persen tanpa syarat, dan angsuran dengan skema tiga tahapan.

Lalu, ada tuntutan pemotongan UKT bagi mahasiswa semester 9 hingga semester 14, menuntut transparansi anggaran di semua lini dan sektor, dan menuntut perbaikan sistem akademik atau pembelajaran mahasiswa.

Namun, dari total enam tuntutan itu, hanya tiga yang dikabulkan oleh pihak rektorat IAIN Kudus. Yakni keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa tahun akademik 2021/2022, potongan UKT 25 persen, dan perbaikan sistem akademik atau pembelajaran mahasiswa.

Terkait permohonan keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa tahun akademik 2021/2022 yang sedianya berakhir hari ini, Senin (12/7/2021) diperpanjang hingga Minggu (25/7/2021).

Kemudian perihal potongan UKT 25 persen tanpa syarat dan angsuran dengan skema tiga tahapan ada sedikit revisi. Yakni mahasiswa diberi keringanan sebesar 20 persen. Namun, pelaksanaannya mulai tahun depan.

Baca: Mahasiswa IAIN Kudus Demo Tuntut Keringan Pembayaran UKT

Sedangkan tuntutan perbaikan sistem akademik atau pembelajaran mahasiswa juga dikabulkan. Diketahui, terkait sistem pembelajaran di IAIN selama daring yakni menggunakan aplikasi Sikadu, Vclass, dan Smurt.

Namun, pihak dosen selama pembelajaran daring dirasa tidak pernah menggunakan ketiga aplikasi tersebut. Melainkan justru menggunakan Zoom meeting dan Google Meet.

“Dari enam tuntutan kami ada tiga yang  dikabulkan. Kemudian yang keringanan UKT sebesar 20 persen pelaksanaannya mulai tahun depan,” kata Presiden Mahasiswa IAIN Kudus, Moh Khoirul Annas.

Lebih lanjut, kendati hanya tiga dari enam tuntutan yang dikabulkan, Annas mengaku bersyukur. Sebab, setidaknya ada respon dari IAIN Kudus.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Kudus, DR Ihsan menjelaskan pihaknya menerima segala bentuk kritik. Hal itu sebagai bentuk evaluasi.

“Tidak masalah karena ini demi kebaikan IAIN Kudus sebagai kampus yang kami cintai. Semoga bisa memberikan dampak baik,” jelasnya.

Terkait sistem pembelajaran via daring, pihaknya akan melakukan perbaikan. Sehingga ketika dilakukan pembelajaran daring bisa maksimal.

“Peningkatan pelayanan pembelajaran daring akan kami perbaiki. Karena memang saat ini kan masih masa transisi ya dari offline ke online,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...