Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Punya HP, Siswa Kembar di SMP 5 Kudus Terpaksa ke sekolahan Ikut MPLS

Siswa kembar yang tak memiliki HP mengikuti MPLS daring di SMP 5 Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Tahun ajaran baru 2021 di Kabupaten Kudus sudah dimulai Senin (12/7/2021) hari ini. Sejumlah sekolahan pun mulai menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru.

Salah satunya di SMP 5 Kudus, yang menggelar MPLS peserta didik baru melalui daring. Namun, dari pantauan MURIANEWS ada dua siswa yang datang ke sekolah untuk mengikuti MPLS daring itu.

Mereka berdua saudara kembar, yakni Suci Dwi Angraeni (13) dan Arya Dwi Surya (13)  asal Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tak memiliki HP, jadi alasan keduanya untuk datang kesekolahan agar bisa tetap mengikuti MPLS.

“Dulu pernah punya HP, tapi sudah rusak. Sekarang sudah tidak punya HP,” kata Suci saat ditemui di Laboratorium Komputer SMP 5 Kudus, Senin (12/7/2021).

Ia menceritakan, saat mengikuti pembelajaran daring sebelumnya dia dan saudara kembarnya dibantu oleh teman untuk mengetahui tugas dan informasi lain saat duduk di bangku kelas enam SD.

Ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga juga tak memiliki HP. “Ibu juga tidak punya HP, makanya saya sama adik kesini (sekolahan) biar bisa ikut MPLS,” katanya.

Sementara Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim mengatakan, ada tujuh siswa baru yang diketahuinya tidak memiliki HP. Namun dari ketujuh siswa tersebut, tidak seluruhnya datang ke sekolahan melainkan ada yang pinjam dengan saudaranya atau yang lain.

“Tapi ada yang benar-benar tidak punya seperti siswa kembar dempet ini. Saya sudah lakukan pendataan saat daftar ulang lalu, dan ada tujuh yang tidak punya HP. Tapi mungkin ini ada yang sudah pinjam saudara atau tetangganya,” jelasnya.

Pihaknya memang memfasilitasi bagi siswanya yang benar-benar tidak memiliki HP untuk bisa tetap mengikuti MPLS daring selama tiga hari, dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas yang ada di laboratorium komputer.

“Kami juga coba galang donasi dari guru ataupun orang tua siswa. Jika ada HP yang tidak terpakai mungkin bisa dipinjamkan untuk siswa yang tidak memiliki HP. Ini sudah ada dua HP, dan HP yang untuk operator MPLS ini nanti setelah selesai juga akan kami berikan untuk siswa yang butuh,” imbuhnya.

Saat ini, MPLS di SMP 5 Kudus sendiri dilakukan daring melalui dua metode. Yakni yang pertama via WhatsApp group untuk koordinasi dan informasi. Serta melalui Youtube yang menampilkan video MPLS mulai dari sambutan kepala sekolah, pengenalan kurikulum, hingga ekstrakulikuler.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...