Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Modus Komplotan Begal di Kudus, Pura-Pura Kenal Lalu Korban Ditodong Celurit

Anggota komplotan begal yang diringkus Polres Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Komplotan begal yang kerap beraksi di Kudus selama beberapa bulan terakhir kini telah berhasil diringkus polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Tiga orang yang sudah ditangkap, yakni DH, DR, dan TH. Sementara lima pelaku lain, kini masih dalam pengejaran.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menjelaskan, mereka beraksi dengan modus berpura-pura kenal dengan  korban. Setelah itu, korban pun dipepet dan ditodong dengan senjata tajam baik pedang ataupun clurit.

“Modus mereka, apabila menjumpai warga yang pulang sendirian malam hari,  pelaku akan memanggil seolah-olah temannya. Kemudian dipepet menggunakan pedang atau celurit dan meminta barang berharga korban,” katanya dalam jumpa pers, Senin (12/6/2021).

Dalam beberapa kali aksinya, komplotan begal tersebut mengincar HP korban. Namun, dalam kejadian Jum’t (9/7/2021) lalu, mereka juga merampas sepeda motor milik korban, yang tak lain adalah anggota kepolisian.

“Beberapa kali mereka juga membacok korbannya, mulai lengan, kaki, dan bagian tubuh lain, ” ucapnya.

Sebelum beraksi, komplotan begal tersebut juga melakukan pesta minum-minuman keras terlebih dahulu. Aksi nekatnya itu, dilakukan lantaran didasari dengan ingin dipandang hebat oleh kelompok lain.

“Motif mereka itu memang ingin mengambil barang berharga korban dan untuk gagah-gagahan agar disegani kelompok lain. Sebelum membegal mereka juga minum miras dulu,” ujarnya.

Baca: Komplotan Pembegal Polisi di Kudus Delapan Orang, Telah Beraksi Enam Kali

Komplotan begal tersebut beraksi dengan cara bergantian dan bergiliran. Kapolres juga menyebut, telah mengantongi identitas kelima pelaku yang saat ini masih dalam proses pengejaran.

“Jadi mereka beraksi itu bergantian. Misal si A sama si B, lalu gantian dengan yang lain. Lima pelaku yang kini kami buru juga sudah kami ketahui identitasnya. Kami sarankan untuk menyerahkan diri, karena identitas sudah kami dapatkan.  Secepatnya akan kami ringkus,” tegasnya.

Sementara salah seorang tersangka TH mengaku sudah enam kali melancarkan aksinya berpasangan dengan temanya secara bergantian. TH juga mengaku aksinya tersebut dilakukan bukan hanya di Kudus melainkan juga di wilayah Pati.

“Pernah begal di Kudus dan di Pati. Korban paling parah saya bacok kakinya sampai berdarah. Kalau korban yang polisi itu saya tidak tahu, kalau dia polisi,” akunya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...