Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mahasiswa IAIN Kudus Demo Tuntut Keringan Pembayaran UKT

Mahasiswa IAIN Kudus berdemo di halaman gedung rektorat IAIN Kudus, Senin (12/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mahasiswa IAIN Kudus menggelar aksi demo di halaman gedung rektorat IAIN Kudus, Senin (12/7/2021). Tuntutan mereka seputar masalah uang kuliah tunggal UKT).

Para mahasiswa membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka. Total ada enam tuntutan yang disampaikan.

Yakni transparansi UKT bagi mahasiswa angkatan 2018-2021. Kemudian keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa tahun akademik 2021/2022.

Mereka juga menuntut potongan UKT 25 persen tanpa syarat, dan angsuran dengan skema tiga tahapan.

Lalu, ada tuntutan pemotongan UKT bagi mahasiswa semester 9 hingga semester 14, menuntut transparansi anggaran di semua lini dan sektor, dan menuntut perbaikan sistem akademik atau pembelajaran mahasiswa.

Desakan para Mahasiswa IAIN KUDUS itu dilandasi perkara UKT sesuai Surat Edaran Pengumuman Nomor 2795/IN.37/R3/07.2021. Yakni tentang pengajuan permohonan keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi mahasiswa tahun akademik 2021/2022.

Presiden Mahasiswa IAIN Kudus Moh Khoirul Annas mengatakan, tuntutan itu disampaikan lantaran kebijakan kampus dirasa memberatkan mahasiswa.

“Kami mengajukan tuntutan itu karena memberatkan kami mahasiswa dan keluarga kami juga. Apalagi ini masih pandemi,” katanya, Senin (12/7/2021).

Sementara itu, salah seorang mahasiswa semester empat, Charis Mazidatul menyebutkan UKT yang dibebankan kepada mahasiswa mencapai Rp 4 Juta. Dia ikut demo agar UKT bagi mahasiswa di bawahnya bisa lebih rendah.

“Kalau UKT saya sih masih yang lama sekitar satu juta rupiah. Nah yang empat juta ini untuk yang mahasiswa baru angkatan di bawah saya. Kasihan kalau UKT nya sampai empat juta,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...