Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria Cimahi Ciptakan Oxygen Maker Di Tengah Keterbatasan Oksigen Medis

Ilustrasi, antrean pengisian tabung oksigen di BPBD Kabupaten Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Cimahi – Di masa lonjakan Covid-19 dan ketubutuhan oksigen medis yang meningkat menggugah warga Cimahi, Jawa Barat, Setiawan Hendra untuk menciptakan oxygen maker. Berbeda dengan aerator oksigen, pria 38 tahun itu menggunakan alat dan bahan seadanya, serta Sebagian harus impor.

Dia masih menyempurnakan alat itu di workshopnya di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Di ruang kerjanya, Setiawan menjejerkan tabung berukuran sedang dan kecil dengan selang bening khas alat bantu pernafasan menyambung dari satu tabung ke tabung lainnya.

Alat itu disebutnya sudah lama dibuat. Namun dulunya, alat tersebut diperuntukkan sebagai alat menghemat bahan bakar kendaraan. Karena krisis oksigen yang terjadi, dirinya lantas mengubah cara kerja alat tersebut untuk menghasilkan oksigen.

“Sebelumnya alat ini dibuat untuk pengiritan BBM, jadi sistem kerjanya itu diambil H2O atau hidrogennya dan O2 atau oksigennya kami buang. Tapi sekarang karena kelangkaan oksigen, mendorong kami mengambil oksigennya yang dipakai untuk membantu pernafasan dan hidrogennya yang dibuang,” ungkap Setiawan kepada detikcom, Senin (12/7/2021).

Setiawan menjelaskan oxygen maker tersebut terdiri dari dua buah tabung berukuran sedang yang sudah dikostumisasi. Di dalam tabung itu disimpang shell atau lempengan stainless murni antikorosi.

Kemudian di setiap tabung ada regulator pengatur oksigen serta selang yang mengalirkan oksigen ke sebuah tank kecil. Dari tank kecil itulah oksigen dialirkan lagi ke masker atau sungkup oksigen untuk digunakan membantu pernafasan seseorang.

“Prinsipnya alat ini memisahkan molekul pada air yang terdiri dari hidrogen dan oksigen. Nah di dalam tabung ini ada pemisahan molekul di katup positif dan negatif. Katup positif menghasilkan oksigen dan negatif menghasilkan hidrogen. Biasanya hidrogen kita ambil untuk pengiritan BBM dan oksigennya dibuang. Kalau sekarang dibalik, oksigennya diambil lalu hidrogennya dibuang,” jelas Setiawan.

“Di dalam tabung yang berisi shell itu kita isi juga dengan air karena sebagai penghasil oksigennya. Untuk air yang digunakan, itu air sulingan AC karena murni. Kita campur dengan beberapa zat kimia lain jadinya elektrolit,” tambah Setiawan.

Sebelum bisa digunakan dan diduplikasi guna memenuhi pasokan oksigen medis yang belakangan sedang sangat langka, dirinya bakal mengajukan alat tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

“Kalau saya pribadi, saya ingin alat ini hadir untuk membantu sesama. Tapi memang saya sadar, kalau alat kesehatan itu perlu riset lebih mendalam dan harus lolos uji laboratorium. Jadi kalau saat ini menurut laboratorium sudah layak, kami bersedia membuat lebih banyak dan berharap juga bisa diduplikasi,” jelasnya.

Pria yang sudah belasan tahun mengerjakan jaringan AC dan udara di berbagai gedung hingga rumah sakit itu menegaskan dirinya tak berniat berbisnis dengan oxygen maker yang dibuatnya.

“Harapan kami ini jadi simbol kita berempati pada keadaan saat ini, bukan ingin bisnis dan komersil. Saya juga ingin mendorong rekan-rekan lain untuk bisa menolong sesama yang khususnya sekarang terdampak COVID-19,” pungkas Setiawan.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...