Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Inggris Kalah, Tiga Pemainnya Dapat Serangan Rasial Via Media Digital

Buyako Saka, pemain Inggris yang paling menderita.(instagram/@bukayosaka87)

MURIANEWS, London- Final Euro 2020 yang dimenangkan Italia dengan skore 3-2 atas Inggris, melalui adu tendangan pinalti, Senin (12/7/2021) dinihari WIB, menimbullkan pelecehan rasial. Korbanya adalah tiga pemain Inggris yang gagal melaksanakan tugasnya.

Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan babak tambahan, Inggris kalah 2-3 dalam adu tendangan pinalti. Tiga pemain Inggris, Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka gagal mencetak gol pada adu tendangan penalti itu.

Kegagalan mereka berujung pada tindakan pelecehan rasialis terhadap mereka di beberapa platform digital. Mereka menjadi sasaran pelecehan rasis, sejak Inggris terkapar di adu tendangan pinalti.

Tidak ada pemain Inggris yang berkomentar pada ‘serangan rasis’ yang diunggah di twitter itu. Namun Akun resmi twitter Tim Nasional Inggris, telah memberikan pernyataan terhadap masalah itu.

“Kami muak bahwa beberapa skuad kami – yang telah memberikan segalanya untuk jersey musim panas ini – telah menjadi sasaran pelecehan diskriminatif secara online,” demikian cuitan Twitter tim Nasional Inggris memberikan balasan.

Sedangkan Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA, mengatakan akan terus melakukan upaya untuk bisa menghilangkan sikap-sikap rasialis yang terjadi terhadap pada pemain. Mereka juga menekan pemililik usaha media sosial bisa mengambil langkah-langkah jelas untuk mengikis perilaku buruk ini.

“FA akan terus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menghilangkan diskriminasi dalam sepak bola. Tetapi kami memohon pemerintah untuk bertindak cepat dan membawa undang-undang yang sesuai, sehingga penyalahgunaan ini memiliki konsekuensi,” demikian pernyataan FA.

“Perusahaan media sosial perlu meningkatkan dan mengambil akuntabilitas dan tindakan untuk melarang pelaku dari platform mereka, mengumpulkan bukti yang dapat mengarah pada penuntutan dan dukungan untuk membuat platform mereka bebas dari jenis penyalahgunaan yang menjijikkan ini,” lanjut pernyataan FA.

FA sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pelecehan rasis di media sosial yang ditujukan pada sejumlah pemain Inggris ini. Polisi Metropolitan juga telah membuka penyelidikan atas pelecehan tersebut.

“FA mengutuk keras segala bentuk diskriminasi dan terkejut dengan rasisme online yang ditujukan kepada beberapa pemain Inggris di media sosial,” demikian FA memberikan pernyataan pada Senin (12/7/2021) pagi.

Polisi Metropolitan Inggris juga sudah menyampaikan peryantaan bahwa mereka telah mengetahui adanya komentar rasis di media sosial. Pernyataan rasis yang offensive tersebut diarahkan pada sejumlah pemain sepak bola Inggris.

Pihak Polisi Metropolitan menegaskan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus ini. Pelecehan rasial yang terjadi ini menurut mereka sudah tidak bisa diterima dan ditoleransi lagi.

Sementara itu, mantan pemain Timnas Inggris, Rio Ferdinand memberikan dukungan penuh pada pemain-pemain Inggris. Khususnya bagi tiga pemain yang menjadi sasaran pelecehan rasialis.

“@Bukayo Saka87, @Sanchooo10, @MarcusRashgord, kami salut pada kalian,” demikian cuitan Rio Ferdinand.

Lainnya, mantan Walikota Sheffield, Magid Magid menilai pelecehan rasis kepada pemain Inggris ini adalah tindakan keji dan menjijikan. Mereka yang jadi sasaran tembak adalah pemain muda berbakat, yang telah memberi sesuatu bagi Inggris.

“Inggris tidak akan mencapai apa yang dilakukannya tanpa mereka. Mereka pantas mendapatkan semua cinta dan dukungan kita! Bukan pelecehan rasis,” cuitnya di Twitter.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: The Guardian

Comments
Loading...