Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Roberto Mancini Menangis di Stadion Wembley Lagi, Kali Ini Tangis Kegembiraan

Roberto Mancini dan Gianluca Viali, riang gembira bersama Italia.(instagram/@euro2020)

MURIANEWS, London- Menyusul kemenangan Tim Nasional Italia atas Inggris, di Final Euro 2020, di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dinihari WIB, Roberto Mancini terlihat emosional. Pelatih Italia ini terlihat menangis, seperti yang pernah dilakukannya 30 tahun lalu di tempat yang sama, Wembley.

Roberto Mancini, manajer di balik kebangkitan Italia, terlihat menangis begitu pertandingan berakhir untuk kemenangan timnya. Setelah terlihat ‘shock’ karena mencapai sesuatu yang luar biasa, ‘tangisannya’ telah memberi kesan mendalam bagi dirinya.

“Kami bahkan tidak menyadari apa yang telah berhasil kami capai. Kami senang untuk orang-orang dan publik Italia, karena mereka benar-benar layak mendapatkan ini setelah periode yang sulit. Ini adalah sukacita besar bagi kami,” kata Mancini mengatakan perasaannya.

Selanjutnya Mancini menceritakan, 29 tahun lalu dirinya juga menangis di Stadion Wembley, yang bersejarah ini. Saat itu dirinya menjadi bagian dari Tim Sampdoria, Italia dan bermain di Final Piala Champions melawan Barcelona.

Pada pertandingan itu timnya, Sampdoria kalah dari Barcelona, 0-1 sehingga meninggalkan kekecewaan mendalam baginya. Kini, bersama Italia dirinya mendapatkan obat kekecewaan karena berhasil memberi kemenangan Italia.

“Di Stadion ini saya pernah menangis, pada 29 tahun lalu, setelah Final Piala Eropa 1992. Saat itu sangat menyakitkan. Sedangkan mala mini, kami memenangkan Euro untuk pertama kali sejak 1968, dan membawa pulang trophy, saya pikir itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

“Itu (tangisannya) adalah emosi yang terjadi setelah mencapai sesuatu yang luar biasa. Sebuah emosi haru, melihat orang-orang merayakan dan para penggemar di tribun. Melihat semua yang berhasil kami ciptakan, semua kerja keras yang telah kami lakukan selama tiga tahun terakhir, dan khususnya 50 hari terakhir yang sangat sulit,” lanjutnya.

Tim Italia menurutnya telah mampu menempa semangat tim selama 50 hari terakhir. Para pemain benar-benar menciptakan sesuatu yang tidak akan dapat dipisahkan di masa depan. Mereka ini akan selalu identik dengan kemenangan di Wembley, ini.

Mancini memang layak berbangga, karena sejak menangani Italia pasca gagal berlaga di Putaran Final Piala Dunia 2018, Azzurri berubah menjadi tim berbahaya di Eropa. Sejak ditangani Mancini, Italia mencatat rekor 35 kali tak pernah kalah.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: The Guardian

Comments
Loading...