Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penerimaan Bea Cukai Jateng-DIY Capai Rp 20,44 Triliun, Penyumbang Terbesar dari Hasil Tembakau

Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC Jateng-DIY. (MURIANEWS/Ali Muntoha)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng-DIY mencatatkan realisasi penerimaan sebesar Rp 20,44 triliun pada semester pertama tahun 2021. Realisasi ini setara 45 persen dari target yang dibebankan sebesar Rp 44,84 triliun.

Penyumbang terbesar dari realisasi itu menurut Kepala Kanwil DJBC Jateng-DIY Padmoyo Tri Wikanto, dalam jumpa pers secara daring raihan APBN semester I di Jateng yang digelar Kanwil Direktorat  Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jateng, Senin (12/7/2021) adalah dari sektor cukai.

Terutama cukai hasil tembakau, yang realisasi penerimaanya telah dicatatkan sebesar Rp 18,86 triliun. Sementara target dari cukai hasil tembakau ini dipatok sebesar Rp 41,6 triliun. Capainnya kini sebesar 45 persen.

“Cukai ini memang menjadi andalan. Targetnya tahun 2021 ini sebesar Rp 43,2 triliun, dan total realisasinya kini Rp 19,56 triliun,” katanya.

Ia menyebut realisasi cukai hasil tembakau hingga semester pertama yang belum mencapai 50 persen ini menurut dia masih normal. Nantinya menurut dia, mulai Juli dan seterusnya disebutnya akan terus mengalami peningkatan, sehingga target bisa terpenuhi.

”Juli-Agustus akan ada tambahan penerimaan.  Akhir tahun meningkat, siklusnya memang seperti itu,” ujarnya.

Realisasi pendapatan dari cukai minuman mengandung metal alkohol juga cukup besar meski belum mencapai 50 persen dari target. Yakni realisasinya Rp 685,1 miliar (47 persen) dari target Rp 1,44 triliun.

Sementara dari sektor bea masuk (impor) realisasinya sebesar Rp 848,6 miliar atau 51 persen dari target sebesar Rp 1,65 triliun. Sektor bea keluar (ekspor) mencatatkan realisasi sebesar Rp 34,58 miliar atau 145 persen dari target Rp 23,7 miliar.

Ia menyebut, hasil dari cukai tembakau ini nantinya akan dikembalikan ke masyarakat melalui pemerintah daerah masing-masing.

Baca: Rp 3,6 Triliun Dana Desa Telah Dikucurkan di Jateng Hingga Juni 2021

Ia mencontohkan, Pemkab Kudus tahun lalu mendapatkan sebesar Rp 158 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sementara Pemprov Jateng mendapatkan Rp 248 miliar.

“Jika ada rumah-rumah penduduk yang digunakan untuk melinting, mengemas secara ilegal, laporkan kepada kami. Program kami adalah gempur rokok ilegal. Karena dengan peningkatan cukai, maka hasilnya ke masyarakat, termasuk ke kesehatan dan untuk pengangan dampak Covid-19,” terangnya.

Tak hanya cukai, pajak juga berkontribusi terhadap penanganan Covid-19. Di antaranya pelayanan vaksinasi gratis kepada masyarakat umum salah satunya juga berasal dari pajak.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DJPb Jawa Tengah Midden Sihombing mengatakan, secara umum perekonomian Jawa Tengah pada triwulan pertama 2021 tumbuh -0,87 persen (yoy), atau membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar -3,34 persen.

”Dari analisasi Bank Indonesia wilayah Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi triwulan I itu disebabkan peningkatan aktivitas pada seluruh komponen. Dengan sumbangan terbesar dari ekspor luar negeri dan investasi,” terangnya.

Sedangkan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor perekonomian yang terbesar disebutkan masih terkontraksi, meskipun sudah mulai membaik dibandingkan triwulan sebelumnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...