Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jual Obat Di Atas HET, Apotik di Godong, Kabupaten Grobogan Ditindak

Kapolres Grobogan AKBP Benny dan Bupati Grobogan Sri Sumarni menunjukan barang bukti yang disita dari Apotek Bugel dalam konferensi pers, Minggu (11/7/2021). (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, GROBOGAN – Apotek Bugel di Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, apotek itu menjual obat-obatan untuk penanganan Covid-19 di atas Harga Ecer Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Obat tersebut Azithromycin Dihydrate 500 mg, merupakan salah satu obat yang masuk dalam ketentuan Menkes di masa PPKM Darurat. Sesuai HET, Rp1.700 per butir atau Rp17.000 per strip, oleh apotek tersebut dijual dengan harga Rp100.000 perstrip,” jelas Kapolres AKBP Benny Setyowadi di Pendapa Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7/2021).

Kapolres menjelaskan saat penindakan, pihak Apotek Bugel mengatakan sudah tidak ada obat tersebut. Namun, Ketika digeledah, petugas menemukan 25 boks obat Azithromycin Dihydrate.

“Saat ini kami baru memintai keterangan satu orang dari pihak apotek. Mengenai statusnya, masih menunggu hasil pemeriksaan. Kami minta semua usaha penyedian bidang kesehatan untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam masa darurat ini,” kata Kapolres.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Grobogan, Iqbal menyebutkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan lima orang jaksa untuk menangani perkara terkait pelaksanaan PPKM Darurat.

“Apabila ada pelanggaran dalam pelaksanaan PPKM darurat ada penindakan tegas. Oleh karena itu selama PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 tidak boleh memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan,” ujar Kajari.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengingatkan pelaku usaha di bidang kesehatan tidak melakukan tindakan pelanggaran. Seperti penimbunan oksigen medi dan menjual obat di atas harga eceran tertinggi,” jelasnya.

Karena jika sampai ditemukan hal ini, Sri Sumarni  mengatakan akan ditindak tegas dan diproses secara pidana. Hal itu dibuktikan bahwa saat ini sudah ada proses hukum terhadap oknum yang menjual obat dengan sangat mahal.

“Ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya apotik dan toko obat. Jangan bermain-main dalam masa PPKM Darurat ini,” kata Bupati Sri Sumarni.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...