Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Saka Tak Kuat Menanggung Beban, Southgate Ambil Alih Semua Tanggung Jawab

Buyako Saka, pemain Inggris yang paling menderita.(instagram/@bukayosaka87)

MURIANEWS, London- Mimpi Inggris untuk bisa meraih gelar Juara Euro 2020 hancur lebur, setelah kalah dalam adu pinalti melawan Italia. Pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dinihari WIB tadi, melahirkan tangis di seluruh pelosok Inggris.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate kembali mendapatkan ‘serangan’ menyusul kekalahan yang terjadi pada timnya ini. Southgate dianggap keliru dalam menentukan susunan pengambil pinalti timnya.

Tiga pemain pengganti, Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka, gagal mengeksekusi tendangan pinalti. Kecemerlangan Jordan Pickford gagal memberi Inggris kejayaan, lantaran kegagalan tiga penendangnya.

Pemain belia Inggris, Bukayo Saka, yang dielu-elukan pada awal-awal pertandingan Inggris, terlihat tak kuat menahan beban Inggris. Jika tendangannya masuk, maka pertarungan masih berlanjut. Namun yang terjadi adalah sebaliknya.

“Itu adalah tanggung jawab saya. Saya memilih pemain-pemain untuk mengambil tendangan. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa tidak ada yang sendirian dalam situasi itu,” ujar Gareth Southgate usai pertandingan.

“Kami menang dan kalah bersama sebagai sebuah tim. Mereka telah mengalami pertandingan ketat dan itulah yang dibutuhkan untuk bertahan. Ini adalah keputusan saya untuk menjadikannya [Saka] penendang penalti itu. Itu sepenuhnya tanggung jawab saya. Bukan dia atau Marcus atau Jadon. Kami bekerja melalui mereka dalam pelatihan. Itulah urutannya,” tegas Southgate.

Southgate juga menyakinkan bahwa para pemainnya yang gagal dalam adu tendangan pinalti tidak sendirian menghadapi situasi ini. Pihaknya meyakini, mereka adalah penendang terbaik yang dimiliki Inggris.

Southgate terlihat memberikan perhatian khusus bagi Buyako Saka, pemain yang masih berusia 19 tahun itu. Secara khusus Southgate menyakini bahwa pemain ini kelak akan menjadi bintang Inggris.

“Dia tidak sendirian. Dia anak yang super. Dia telah menjadi bintang dan dia akan terus menjadi bintang. Kita harus berada di sana untuk mendukung dan membantunya. Dia akan mendapatkan banyak cinta dari luar karena apa yang dia lakukan di turnamen ini,” begitu pesan Southgate tentang Saka.

Pelatih Inggris ini juga mengakui, keputusannya memainkan Rasford dan Sancho adalah sebuah pertaruhan. Dua pemain ini diharapkan bisa memberi sebuah tekanan lebih bagi serangan Inggris.

Suasana di ruang ganti Inggris menjadi sangat suram menyusul kekalahan Inggris dari Italia. Namun kunjungan Pangeran William setelah pertandingan, sedikit membuat para pemain menjadi terhibur.

“Mereka telah memberikan segalanya. Mereka harus mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi. Para pemain telah memberikan segalanya dan saya bangga dengan mereka,” tambahnya lagi.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: The Guardian

Comments
Loading...