Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penurunan Mobilitas di Jateng Diapresiasi, Ganjar Ajak Kades dan Pengusaha Ikut Membantu

Peta tren mobilitas di Jawa Tengah saat PPKM Darurat. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Pergerakan atau mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM Darurat di Jawa Tengah terus mengalami penurunan. Penurunan mobilitas warga ini menjadi salah satu indikator keberhasilan PPKM Darurat.

Pemerintah pusat menargetkan penurunan mobilitas sebesar 30 persen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dalam rakor terkait hal ini yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsa Pandjaitan, Minggu (11/7/2021).

“Tadi pak Menko mengapresiasi ya, Jawa tengah lumayan, pergerakannya mulai ada beberapa kabupaten kota yang menguning. Hitamnya tinggal sedikit sebagian masih merah. Jadi artinya ada kemajuan lah,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan terimakasihnya pada jajaran TNI-Polri yakni Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro, yang terus melakukan pendisiplinan baik di jalan maupun di pusat keramaian.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

Meski sudah mengalami penurunan, ia menyatakan tidak berpuas diri. Ia menilai akan lebih baik lagi jika kepala daerah di wilayahnya mendorong camat, lurah hingga kades untuk turut membantu sosialisasi, sehingga pergerakan bisa dikurangi hingga level terkecil.

“Kawan-kawan kades saya ajak berikan penjelasan informasi PPKM Darurat kepada warganya untuk kurangi pergerakan. Kalau itu bisa dikunci pada level bawah maka kemungkinan itu akan bisa membantu (menekan) pergerakan itu dan memang enggak boleh bosen sosialisasinya,” ujarnya

Selain itu, pergerakan di wilayah pabrik hingga kawasan industri juga mendapat sorotan. Oleh karenanya, ia telah meminta APINDO untuk ikut membantu.

“Makanya kemarin kita minta APINDO untuk ikut ngobrol sama kita bagaimana mengelola itu, Karena faktanya diberikan oleh Pak Luhut, ada beberapa daerah yang kalau malam lampunya masih terang. Itu menunjukkan kalau pergerakan itu betul-betul terjadi. Nah ini yang kita kurangi,” tutur Ganjar.

Baca: Pemerintah Gunakan Tiga Indikator untuk Pantau Mobilitas Warga Kudus, Apa Saja?

Ia akan berkoordinasi di tingkat hulu yakni dengan para CEO atau direktur untuk benar-benar menaati aturan PPKM Darurat.

“Maka saya minta bantuan dari para CEO direktur perusahaan, kalau kritikal ya kritikal, kalau esensial esensial, nggak perlu ada ketidakbenaran informasi lah. Jadi biar kita nanti bisa membantu kelancarannya,” ucap Ganjar.

Sebab, hingga hari ini Ganjar menerima banyak laporan bahwa masih ada perusahaan atau industri lainnya yang berjalan namun tidak sesuai dengan kebijakan di masa pandemi.

“Saya khawatir yang tidak esensial nanti diesensialkan, yang (tidak) kritikal dikritikalkan, akhirnya terjadi nanti pergerakan massanya juga banyak dan kami mendapatkan laporan itu,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...