Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Langgar Aturan PPKM Darurat, Dua Penyelenggaraan Ijab Kabul di Sukoharjo Dibubarkan Satgas

Satgas Covid-19 Mojolaban membubarkan penyelengara hajatan ijab kabul di Desa Palur dan Triyagan, Minggu (11/7/2021). (Istimewa/Satgas Covid-19 Mojolaban)

MURIANEWS, Sukoharjo — Dua penyelengaraan ijab kabul di Kecamatan Mojalaban, Kabupaten Sukoharjo terpaksa dibubarkan tim Satgas Covid-19 kecamatan setempat, Minggu (11/7/2021).

Hal itu dilakukan lantaran keduanya melanggar Instruksi Bupati Sukoharjo Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kapolsek Mojolaban Iptu Tarto mengatakan Satgas Covid-19 melakukan operasi yustisi dengan menyisir penyelenggaraan hajatan di wilayah Desa Bekonang, Gadingan, Palur, dan Triyagan.

Dari hasil penyisiran ini, Satgas menemukan dua penyelenggaraan hajatan di Desa Palur dan Triyagan yang melanggar instruksi Bupati Sukoharjo.

“Pelaksanaan ijab kabul di Desa Palur dan Triyagan dihadiri lebih dari 10 orang. Padahal sesuai instruksi bupati, maksimal 10 orang. Akhirnya kami tertibkan,” kata dia seperti dikutip Solopos.com.

Satgas Covid-19 selanjutnya memberikan edukasi kepada penyelenggara hajatan dan meminta segera dibubarkan. Hal ini mengingat penyelenggaraan hajatan melanggar ketentuan yang berlaku.

Kapolsek mengatakan operasi yustisi akan terus dilakukan. Meski secara umun pelaksanakan ijab kabul pernikahan yang digelar warga sudah mematuhi surat edaran (SE) Bupati Sukoharjo tentang larangan menggelar hajatan. Warga hanya menggelar ijab kabul dengan jumlah tamu dibatasi 10 orang.

Pihaknya mengingatkan kepada warganya untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta rajin mencuci tangan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...