Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petasan Meledak di Musala, Satu Warga Malang Meninggal, Empat Lainnya Luka

Garis polisi mengitari Musala di Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang yang menjadi tempat meledaknya petasan, Minggu (11/7/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]
MURIANEWS, Malang – Warga kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang digegerkan dengan ledakan petasan di musala setempat.

Selain suara ledakan yang begitu kencang, petasan yang diketahui tengah diracik itu juga menewaskan seorang warga dan membuat empat orang lainnya luka dan sempat dirawat di rumah sakit.

Korban meninggal diketahui bernama Ahmad Fitri (27) warga Jalan Kalisari RT 6 RW 2 kelurahan setempat.

Dikutip dari Suara.com, Ketua RT setempat Junaedi (41) mengatakan kejadian nahas tersebut terjadi Jumat (9/7/2021) lalu. Dari situ diketahui, petasan tersebut dibuat untuk persiapan menyambut Iduladha yang tinggal beberapa hari.

“Iya jadi sekitar pukul 22.30 Jumat (9/7/2021) kemarin dari laporan warga ada suara ledakan. Dan ternyata itu petasan yang di musala itu,” katanya, Minggu (11/7/2021).

Selain Ahmad Fitri, juga ada empat korban luka lainnya yang juga ikut membuat petasan di malam hari kemarin. Keempatnya pun sempat dirawat di RSUD Kota Malang, dan RSSA Kota Malang.

“Dan saat ini empat warga itu sudah pulang dan dirawat di rumah masing-masing. Lukanya cukup parah tapi yang parah ya yang meninggal itu,” kata dia.

Junaedi menjelaskan, untuk korban yang meninggal itu terdapat luka bakar di bagian wajah dan bagian mata kaki hingga telapak kaki di salah satu kakinya terputus.

“Sementara yang empat itu mengalami luka bakar saja di wajah, kaki dan lengannya juga ada,” tutur dia.

Petani tebu itu menduga, meledaknya petasan itu dikarenakan ada gesekan bubuk petasan saat pembuatan.

“Sehingga meletus dan meledak,” tutur dia ke Suara.com Minggu (11/7/2021).

Sementara itu, terlihat di sekitar musala terdapat garis polisi. Musala pun pascaledakan, terdapat kerusakan yang cukup parah. Kaca jendela terlihat pecah semua hanya tersisa bingkainya saja.

Sementara salah satu petugas piket Polsek Kedungkandang saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polresta Malang Kota.

“Sudah yang nangani Polresta Malang Kota,” tutur dia saat hendak dikonfirmasi kejadian tersebut, Minggu (11/7/2021).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...