Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Aktif Covid-19 di Grobogan Capai 503 kasus, Bupati Minta Warga Tetap Waspada

Bupati Grobogan Sri Sumarni menjelaskan kondisi kasus Covid-19 dalam Konferensi Pers di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7/2021). (MURIANEWS, Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Grobogan pada Sabtu (10/7/2021) mencapai 503 kasus. Ini diungkapkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu (11/7/2021).

Dijelaskan Sri Sumarni, kasus aktif itu yakni ada 141 orang menjalani isolasi mandiri dan 362 orang dirawat di fasilitas Kesehatan. Sementara, kesembuhan mencapai 4644 orang dan 464 orang meninggal dunia.

“Kasus per tanggal 10 Juli 2021, ada total 5611 kasus dengan kasus aktif 503 orang atau141 isolasi mandiri, dan 362 di rawat fasilitas kesehatan. Kemudian untuk yang meninggal ada 464 orang. Sedangkan kesembuhan mencapai 4644 orang,” ujarnya.

Sri Sumarni yang didampingi Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta, Kapolres AKBP Benny Setyowadi, dan Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyaningsih itu mengatakan kondisi riil corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Grobogan masih berstatus zona merah.

Sementara untuk BOR atau ketersediaan tempat tidur secara prosentase ada 91,36 persen.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan SE Bupati, kami mengajak kepada seluruh masyarakat Grobogan untuk patuh dan mendukung proses penegakan hukum dalam masa PPKM Darurat,” ajak Sri Sumarni.

Bahkan, pihaknya juga meminta agar jangan sekali kali untuk melakukan segala upaya mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam masa darurat ini. Termasuk tindakan penimbunan oksigen hingga menjual obat dengan harga eceran tertinggi atau HET. Jika ditemukan hal ini, Sri Sumarni  mengatakan akan ditindak tegas dan diproses secara pidana.

“Sudah dibuktikan bahwa telah dilakukan proses hukum terhadap oknum yang menjual harga obat dengan sangat mahal tidak sesuai HET. Inii menjadi perhatian bagi masyarakat khususnya apotik atau toko obat jangan bermain main dalam masa PPKM Darurat ini,” tegas Sri Sumarni.

Di akhir konferensi pers ini, Sri Sumarni meminta kepada masyarakat agar selalu bergotong royong guna mengaktifkan Jogo Tonggo. Usai konferensi pers, Bupati didampingi Dandim, Kapolres dan Kepala BPBD melakukan pengecekan kondisi Grobogan Satu Hari di Rumah Saja.

 

Reporter: Dani Agus, Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...