Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Aturan PPKM Darurat Diubah, Tempat Ibadah Tak Lagi Ditutup

Dalam aturan baru PPKM darurat, tempat ibadah tak lagi ditutup sementara namun tetap dilarang menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara berjamaah. (ANTARA/Aprillio Akbar)

MURIANEWS, Jakarta – Kementrian Dalam negeri merevisi aturan pelaksanaan PPKM Darurat Jawa Bali. Di aturan baru, tempat ibadah tidak lagi ditutup dan resepsi sepenuhnya ditiadakan.

Perubahan tertuang dalam intruksi Mendagri Tito Karnavian Nomor 19 tahun 2021 tentang Perubahan ketiga Intruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Adapun aturan yang diubah, yakni tentang penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan resepsi pernikahan. Dalam Intruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021, tempat ibadah (Masjid, Musala, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

Kemudian, resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Aturan itu diubah menjadi, tempat ibadah (Masjid, Musala, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Lalu, pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

Aturan baru ini berlaku mulai 10 Juli sampai 20 Juli 2021. Instruksi baru ini sudah diteken oleh Mendagri Tito Karnavian.

Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi, membenarkan instruksi Mendagri itu. Jodi meminta warga tetap mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

“Tetap mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Karena imbauan ini untuk kebaikan kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara luas,” kata Jodi saat dikonfirmasi, detik.com, Sabtu (10/7/2021).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Editor: Detik.com

Comments
Loading...