Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ponpes Annuqayah Sumenep Jadi Rujukan Isolasi Pasien Covid-19

Dinkes Sumenep semprotkan cairan disinfektan di lingkungan Ponpes Annuqayah untuk mencegah virus korona, (annuqayah.id)

MURIANEWS, Madura – Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Kecamatan Guluk-Guluk, diunjuk Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk dijadikan tempat rujukan isolasi pasien Covid-19, khususnya di daerah ujung timur Pulau Madura.

Intruksi itu langsung diberikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi setelah ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr. H Moh Anwar, penuh. Kini Sumenep memiliki dua alternatif untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Selain Ponpes Annuqayah di Kecamatan Guluk-Guluk, ada Rumah Isolasi Darurat Covid-19 di Kecamatan Batuan.

“Kita punya ruang isolasi di antaranya di Kecamatan Batuan, ada RIDC. Kemudian di Kecamatan Guluk-Guluk ada Ponpes Annuqayah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi, dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (9/7).

Dia menjelaskan, bangunan rusunawa itu disewa Bina Sehat Jakarta bekerjasama dengan Pemkab Sumenep untuk penanganan pasien Covid-19 pada 2020. Saat ini, kontrak masih berlaku, dan bisa digunakan di sisa waktu adari kontrak.

Nantinya, pasien yang dirawat di sana adalah pasien dengan gejala ringan, tapi tidak bisa isolasi mandiri di rumah atau rumahnya tidak memenuhi syarat sebagai tempat isolasi mandiri.

“Jadi kalau yang penyakit berat tidak bisa dirawat di sana, karena standar alat dan pelayanannya sudah disesuaikan untuk kondisi ringan, dan tempatnya tertutup untuk umum,” paparnya.

Edy Rasiyadi mengatakan jika ruang isolasi di RIDC penuh, puskesmas bisa menjadi alternatif tertampungnya pasien Covid-19. Artinya pasien Covid-19 tidak harus diisolasi di rumah sakit.

“Kalau seandainya di RIDC Batuan penuh, maka bisa menggunakan yang di Ponpes Annuqayah. Tetapi, dalam kondisi ringan kita minta bantuan petugas puskesmas,” jelas Edy.

Edi memaparkan, adanya pasien di luar penderita Covid-19, bisa mendapatkan penanganan di puskesmas. Itupun harus pasien Covid-19 yang terkategori tingkat ringan.

“Jadi kemarin perintah Bupati, kalau ada yang kondisi ringan silakan di Puskesmas atau di RIDC. Kecuali berat, baru ditempatkan di rumah sakit,” ujarnya.

Anggota Satgas Covid-19 Ponpes Annuqayah Hazmi Basyir mengatakan tempat yang digunakan sebagai isolasi pasien Covid-19 adalah rusunawa. Jarak lokasi dengan kompleks pondok sekitar 500 meter.

“Di Annuqayah itu memang ada bangunan rusunawa, lokasinya sekitar 500 meter dari kompleks pondok. Ini yang dimaksud pemerintah tempat khusus menampung pasien Covid-19,” kata Hazmi dalam keterangannya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNNIndonesia

Comments
Loading...