Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Zona Merah, Kasus Covid-19 di Jepara Masih Naik Turun

Pasien Covid-19 di RSUD RA Kartini Jepara dirawat dan diberi oksigen. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara terpantau fluktuatif. Hingga saat ini, status Jepara masih berada di zona merah.

Status tersebut dipastikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali. Meskipun di laman resmi corona.jepara.go.id statusnya sudah oranye dengan risiko sedang, pihaknya memastikan bahwa status Jepara masih Zona Merah.

“Benar, di laman resmi itu memang zona oranye. Tapi yang benar kita masih zona merah,” ungkap Muh Ali, Sabtu (10/7/2021).

Di laman resmi itu, hingga Jumat (9/7/2021) malam, jumlah kasus aktif orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.105 orang. Dalam lima hari terakhir, penambahan dan penurunan angka kasus cukup signifikan.

Secara berurutan, sejak tanggal 5 Juli lalu, jumlah kasus sebanyak 1.562 orang, kemudian naik menjadi 1.780 orang pada 6 Juli. Meningkat lagi pada 7 juli sebanyak 1.796 kasus, kemudian turun menjadi 1.329 pada 8 Juli, dan pada 9 Juli kembali turun menjadi 1.105 kasus.

Sebelumnya, satgas mengaku terdapat tumpukan sampel tes PCR sejak pekan lalu. Itu memengaruhi jumlah kenaikan kasus pada pekan ini.

Masih banyaknya orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jepara dan memerlukan perawatan di rumah sakit, membuat konsumsi oksigen oleh pihak rumah sakit masih tinggi. Di RSUD RA Kartini Jepara misalnya, dalam sepekan sedikitnya membutuhkan 6.000 liter oksigen.

Humas RSUD Kartini, Hadi Sarwoko mengatakan, untuk kebutuhan oksigen tabung liquid di ICU dan ruang terpusat membutuhkan 800 liter per hari. Sementara, kebutuhan oksigen tabung berukuran 6 meter kubik, tiap hari sebanyak 15 hingga 20 tabung.

“Sehari oksigen yang (tabung) liquid butuh 800 liter, jadi seminggu setidaknya 6.000 liter, itu pun kami masih ketar-ketir,” ujar Hadi.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, RSUD Kartini menambah perusahaan pemasok. Semula, hanya bekerja sama dengan satu perusahaan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan oksigen, kini bekerja sama dengan tiga perusahaan.

“Kalau tidak pandemi dengan satu perusahaan saja cukup. Tapi karena ini persediannya harus lebih, perusahaan yang selama ini sudah bekerjasama secara lisan mengatakan tidak sanggup,” kata Hadi.

Selain memenuhi kebutuhan oksigen yang dirawat, RSUD Kartini juga membantu pemenuhan oksigen sejumlah fasilitas kesehatan di Jepara. itu seperti Puskesmas di Karimunjawa dan sejumlah rumah sakit swasta.

“Mana yang punya tabung kosong kami pinjam dulu, begitu juga sebaliknya,” kata Hadi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...