Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mancini Mulai ‘Haus’ Gelar, Setelah Membawa 33 Kemenangan Non-stop

Pelatih Italia, Roberto Mancini mulai ‘haus’ gelar juara. Final lawan Inggris harus dimenangkannya.(instagram/@azzurri)

MURIANEWS, Roma- Pelatih Italia Roberto Mancini mulai menunjukan dirinya mulai ‘haus’ akan gelar Juara. Pihaknya menegaskan, kini Italia sudah mencapai Final UEFA EURO 2020. Namun hal itu ‘tidak cukup’ dan mereka ingin melangkah jauh dengan mengalahkan Inggris.

Kemenangan di Wembley, Minggu (11/7/2021) akan membuat Inggris meraih gelar pertama sejak 1966. Sedangkan bagi Italia, akan menjadi gelar kedua mereka sejak 1968.

“Mencapai Final sudah merupakan pencapaian yang bagus, tetapi itu tidak cukup. Itu hanya akan sukses jika kami berhasil menang pada hari Minggu. Kami telah melakukannya dengan baik, tetapi pada akhirnya, kemenanganlah yang terpenting,” ujar Roberto Mancini.

Inggris akan memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri. Sedangkan Italia, pembatasan jumlah penonton karena Covid-19 membuat mereka hanya akan mendapatkan sekitar 1.000 pendukung di Wembley.

Secara keseluruhan Italia mendapatkan alokasi sebanyak 9 ribu penonton. Namun 8 ribu diantaranya adalah pendukung Italia yang berbasis di Inggris. Militansinya tentu akan berbeda jika dibandingkan mereka yang terbang langsung dari Italia.

“Setelah satu setengah tahun tanpa penggemar di stadion sama sekali, kami senang hanya memiliki beberapa orang-orang yang hadir. Kami harus menekan Inggris dan mencoba untuk memimpin. Jelas, mereka adalah tim yang hebat, kuat baik secara fisik maupun teknis, tim yang berjuang keras. Ini akan menjadi pertempuran sampai akhir,” jelas Roberto Mancini.

“Ini tetap pertandingan sepak bola, jadi kami harus bermain dengan konsentrasi dan juga kegembiraan. Anda tidak bisa bermain sepak bola saat tegang atau kesal, Anda membutuhkan tekanan yang tepat dan mencoba untuk menikmati diri sendiri juga. Ini satu-satunya cara untuk memenangkan Final,” tambah Mancini.

Italia mengambil pendekatan yang berbeda pada saat menjalani semifinal melawan Spanyol. Saat itu mereka membiarkan Spanyol mendominasi permainan, untuk kemudian meredam permainan Spanyol. Mereka akhirnya menang dengan adu tendangan pinalti.

Pendekatan yang berbeda, kemungkinan akan dilakukan Italia saat menghadapi Inggris. Semua akan dilakukan Italia setelah melihat situasi dan perkembangan yang terjadi di lapangan.

“Anda tidak bisa berpikir untuk mendominasi setiap pertandingan dan setiap lawan, karena akan ada saat-saat ketika anda menderita dan hal-hal tidak berjalan seperti yang anda inginkan. Lawan dapat melakukan beberapa hal yang tidak anda harapkan, dan anda harus beradaptasi,” jelas Mancini.

Di bawah kepemimpinan Mancini, Tim Gli Azzurri Italia kini telah kembali mendapatkan bentuk dan karakter permainan khas mereka. Italia membangun prospek luar biasa, dengan rekor 33 pertandingan tak terkalahkan. Ini merupakan satu hal yang belum pernah dicapai Italia sebelumnya.

“Saya bangga dengan apa yang telah dilakukan para pemain sejauh ini, karena hal itu tidak mudah. Tetapi mereka percaya sejak mengawali tournament, mencapai Final adalah pencapaian yang bagus, tetapi itu tidak cukup,” tegas Mancini.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Football-Italia

Comments
Loading...