Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pasar Gratis di Pati Ini Sebagai Protes Para Pemuda Terhadap PPKM Darurat

Pasar gratis ludes diserbu warga. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sejumlah pemuda di Kabupaten Pati, kecewa dengan kebijakan PPKM Darurat. Apalagi, belum ada solusi tepat untuk membantu warga yang terdampak, terutama warung-warung klontong yang masih gagap teknologi (gaptek).

Sekali pun pemerintah memperbolehlan warung untuk tetap buka, tetapi dengan sistem take away, dianggap sangat menyulitkan. Akhirnya, para pedagang lebih memilih untuk tutup warung, dari pada buka harus berurusan dengan aparat.

Karena itu, sejumlah pemuda Pati pun menggelar pasar gratis sebagai bentuk protes. Pasar Gratis pun digelar di timur Jalan Kolonel Sunandar, tepatnya di depan Gedung Olahraga Pesantenan, Pati.

Menurut salah satu penggagas Pasar Gratis, Serly Luthfi, kegiatan yang dilakukannya dan teman-temannya ini bukan aksi bantuan sosial yang beberapa tidak tepat sasaran. Namun, kegiatan ini merupakan aksi sosial dan bentuk protes kepada pemerintah.

“Ini bukan aksi bantuan sosial. Ini aksi protes untuk pemerintah, terutama untuk Pemkab Pati. Soalnya PPKM itu ndak ada solusi sama sekali. Warung tutup, angkringan ditutup ngeleh wetenge (lapar perutnya) kalau kayak gini,” katanaya, Sabtu (10/7/2021).

Mereka menggelar tikar dan menjajakan berbagai barang di emperan. Di antaranya makanan, sayur-sayuran hingga pakaian. Masyarakat dipersilahkan mengambil barang-barang itu secukupnya, secara cuma-cuma.

Dalam sekejap, warga yang lewat menyerbu makanan serta sayur-sayuran gratis ini. Lapak dibuka sekitar pukul 5 sore kemarin. Menjelang petang, hanya meninggalkan beberapa makanan dengan tempo 20 menitan.

Selain mengambil barang secara gratis, masyarakat juga diperkenankan menyumbang barang-barangnya. Boleh makanan maupun pakaian yang sudah tidak terpakai.

“Bahan-bahan dari teman-teman. Kita saling bantu-membantu. Sembako gratis, makanan gratis, sayuran gratis yang diambil dari petani langsung. Semuanya kita gratiskan,” terangnya.

Diharapkan dengan gerakan semacam ini, sikap saling tolong menolong, gotong royong antarmasyarakat terbentuk. Sehingga tidak ada berita dan cerita orang meninggal lantaran kelaparan atau sedang mengalami isolasi mandiri di rumah.

“Harapannya dengan kita saling membantu semoga masyarakat sadar dan saling tolong menolong seperti ini. Gotong royong kayak gini,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...