Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bolehkah Sirine Ambulans Dinyalakan Tanpa Bawa Pasien? Begini Kata Dishub

Ambulans dari Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menjemput pasien Covid-19 dari RSUD Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Desas-desus kabar ambulans dengan sirine hidup tanpa membawa pasien menjadi perbincangan masyarakat Kudus. Hal ini membuat masyarakat Kota Kretek menjadi resah.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Putut Sri Kuncoro memberikan penjelasan penggunaan sirine. Menurutnya, penggunaan sirine tidak boleh asal-asalan.

“Penggunaan sirine tidak boleh sembarangan. Karena sirine hanya digunakan untuk respon gawat darurat,” katanya, Sabtu (10/7/2021).

Putut juga menjelaskan soal hak spesial dari ambulans. Menurutnya, hak spesial pemberian prioritas Ambulans di jalan ini tertuang dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 134.

Lebih lanjut, Putut menyampaikan penggunaan sirine yang hidup harus disertai dengan membawa pasien. Selain itu, ambulans kosong boleh menyalakan sirine, jika tujuannya untuk menjemput pasien.

Jadi penggunaan sirine tidak boleh untuk iseng-iseng maupun agar cepat sampai. Karena justru akan menganggu.

“Kalau bawa pasien atau buru-buru untuk menjemput pasien itu boleh. Tapi kalau iseng-iseng biar cepat sampai di tempat makan dan hal yang tidak perlu itu tidak boleh,” sambungnya.

Putut mengimbau agar sopir ambulans memahami hal ini. “Karena kasihan masyarakat juga kalau iseng-iseng. Karena bisa membuat masyarakat jadi waswas,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...