Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tidak Hanya Tukang Bubur, Gara-Gara BTS Meal, Sejumlah Gerai McD Juga Kena Sanksi

Penutupan gerai McDonald’s Kediri oleh Satgas Covid-19 Kota Kediri akibat pelanggaran prokes, Rabu (9/6/2021).(Dok. Polres Kediri Kota)

MURIANEWS, Jakarta – Setelah heboh tukang bubur di Tasikmalaya didenda Rp 5 juta karena melanggar protokol kesehatan saat PPKM darurat, masyarakat kemudian membandingkan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan gerai makanan cepat saji McDonald’s (McD).

Banyak masyarakat yang membandingkan dan menilai sanksi yang diberikan tidak adil. Bahkan, kejadian yang menimpa si tukang bubur juga membawa simpati dan viral di media sosial.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat, Tukang Bubur di Tasikmalaya Kena Denda Rp 5 Juta

Perlu diketahui, bulan lalu, sejumlah gerai McDonald’s (McD) di Indonesia mendapatkan sanksi karena melanggar protokol kesehatan. Tempat makan cepat saji itu dinilai tidak bisa mengontrol antrean tukang ojek online

Dirangkum MURIANEWS, pelanggaran itu terjadi disejumlah tempat, seperti di City Plaza Kota Depok, Bandung, Kota Malang, Kabupaten Kediri. Sanksi yang diberikan juga berbeda-beda. Mulai dari penyegelan dan denda Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta.

Bulan lalu, Sebelas gerai McD dikenakan sanksi denda, masing-masing Rp 500 ribu. Sanksi diberikan karena, gerai tersebut melanggar protokol Kesehatan dengan membiarkan antrean konsumen yang ingin membeli BTS Meal, pada Rabu (9/6/2021).

Dilansir Republika.co.id, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, sanksi yang diberikan mengaku Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 37 tahun 2021. Total ada 11 yang disanksi denda dan penyegelan.

“Denda administrasi Rp 500 ribu,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Kemudian di Kota Depok, Satpol PP setempat menyegel dan menutup paksa gerai McD di City Plaza. Dikutip dari Sindonews.com, penutupan itu imbas dari antrean ojek online yang menunggu mengambil orderan BTS Meal. Selain itu, McD Ciplaz juga dikenai denda Rp 5 juta.

“Kami tutup sementara gerai McD di Ciplaz karena membeludaknya pembeli program BTS Meal di sana,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny, Kamis (10/6/2021).

Kerumunan tersebut telah melanggar Peraturan Wali (Perwal) Kota Depok Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Sesuai Perwal, McD dikenakan sanksi denda sebesar Rp5 juta karena pelanggaran prokes.

Di Kota Malang, ada empat gerai McD yang disanksi akibat melanggar protokol Kesehatan Covid-19, yakni menyebabkan kerumunan. Dilansir Antaranews.com, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Antonio Viera mengatakan dari empat gerai, hanya satu yang ramai yakni di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kota Malang.

“Dari empat outlet McD, hanya di Jalan Sunandar Priyo yang ramai, untuk lainnya tidak terlalu. Kami beri surat peringatan karena melanggar kapasitas, antrean sangat berjubel,” kata Antonio, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021).

Lagi-lagi, pelanggaran itu akibat banyaknya antrean menunggu pesanan BTS Meal. “Betul, kami SP, karena melanggar protokol kesehatan,” kata Anton.

Akibat dari itu, manajemen McDonald’s Indonesia akhirnya berbenah. Sutji Lantyka selaku Associate Director of Communication McDonald’s Indonesia mengatakan penutupan dilakukan untuk sementara waktu. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan antrian drive thru dan pembelian delivery. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” jelas Sutji seperti dilansir di Sindonews.com.

Adapun saat ini McDonald’s Indonesia memberlakukan buka tutup order pada platform pemesanan untuk menghindari penumpukan antrian. Ia juga menghimbau seluruh pihak untuk menjaga dan mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan.

“Kamipun ingin menginformasikan kembali bahwa BTS Meal bukan hanya tersedia hari ini saja, melainkan selama sebulan ke depan, sehingga kepada seluruh pelanggan tidak perlu tergesa dan khawatir akan kehabisan produk ini,” tutup Sutji.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Antaranews.com, Republika.co.id, Sindonews.com

Comments
Loading...