Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Materazzi Akui Hina Adik Perempuan Zidane, Tapi Bersikeras ‘Tandukan Zidane’ Tidak Pantas Diterimanya

Inilah insiden fenomenal di Piala Dunia 2006 lampau. Zidane menanduk Materazzi dan berakhir kartu merah. (viva.co.id/NPR)

MURIANEWS, Kudus- Final Piala Dunia 2006 di Jerman, menempatkan Tim Prancis dan Italia bertemu di pertandingan puncak. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman, Italia menang lewat adu tendangan pinalti.

Ada sebuah kejadian yang tidak akan dilupakan sejarah sepak bola dunia, pada Final yang berlangsung 9 Juli 2006, atau tepat 15 tahun yang lalu itu. Terutama terkait dengan keberadaan sosok Zinedine Zidane, bintang Prancis saat itu.

Laga final Piala Dunia antara Italia vs Prancis itu akhirnya menjadi laga perpisahan Zidane sebagai pemain profesional. Sang maestro memutuskan gantung sepatu usai pertandingan ini.

Pada awalnya, semuanya akan berjalan manis untuk Zizou. Di menit ketujuh, dia mampu membawa Prancis unggul. Tendangan penalti ala Antonin Panennka mampu mengecoh kiper Italia, Gianluigi Buffon.

Memasuki menit ke-19, Italia mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan sepak pojok dari Andrea Pirlo, Materazzi mengoyak gawang Prancis yang dikawal Fabian Barthez.

Tak ada gol tambahan hingga 90 menit waktu normal, hingga akhirnya digelar babak tambahan waktu. Masuk pada menit ke-110, terjadilah insiden yang tak bisa dilupakan oleh pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Materazzi dan Zidane terlibat cekcok. Diawali adu mulut, Zidane membalikkan badannya. Kemudian, secara mengejutkan, Zizou menandukkan kepala ke arah dada Materazzi.

Materazzi langsung jatuh berguling-guling. Sementara Zidane mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada wasit. Namun wasit asal Argentina, Horacio Elizondo tetap memberikan kartu merah untuknya.

Zidane akhirnya keluar lapangan, dan seluruh dunia tidak percaya. Tidak mungkin pemain sesantun Zidane melakukan tindakan seperti itu jika tidak ada penyebabnya. Prancis akhirnya bahkan kalah dalam adu tendangan pinalti dari Italia.

Pada akhirnya, public dunia mengetahui, bahwa Materazzi adalah biang dari insiden yang terjadi ini. Usai pertandingan itu, Zidane selalu menyebut bahwa Materazzi sudah menghina ibunya.

Penghinaan terhadap ibunya ini, tidak bisa diterimanya, sehingga dirinya tak bisa menahan emosinya. Materazzi memang dikenal sebagai pemain yang provokatif terhadap lawan-lawannya.

Dua belas tahun sejak kejadian itu, atau tepatnya pada 2019 lalu, Materazzi mulai membuka suara soal insiden ini. Materazzi mengaku memang mengeluarkan hinaan, namun bukan untuk ibu Zinedine Zidane.

Hinaan itu diakui diarahkannya untuk saudara perempuan Zinedine Zidane. Materazzi mengaku memiliki alasan untuk tidak menghina seorang ibu. Sebab dirinya sudah kehilangan ibu pada usia remaja.

“Kata-kata yang saya ucapkan memang bodoh. Tetapi tetap tidak pantas saya menerima reaksi seperti itu. Di lingkungan mana pun, di Roma, Turin, Milan, dan Paris, saya mendengar banyak hal yang lebih serius. Saya berbicara soal saudara perempuannya, bukan ibunya, seperti yang pernah saya baca di beberapa surat kabar. Ibu saya meninggal saat saya masih remaja. Jadi, saya tidak akan pernah menghinanya,” kata Materazzi membela diri.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Viva.co.id

Comments
Loading...